Penerimaan BP Batam Melonjak 33,57 Persen

Nasional | barakata.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 13:12
Penerimaan BP Batam Melonjak 33,57 Persen

Barakata.id, Batam Realisasi perimaan Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Semester I tahun 2021 melonjak 33,57% dari target. Tahun sebelumnya, realisasi penerimaan BP Batam juga over target.

Pencapaian tersebut disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dalam hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara 1, Jakarta, Selasa (31/8/21).

RDP itu membahas tentang realisasi anggaran Tahun Anggaran 2021 dan Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) Tahun 2022.

Ikut mendampingi Rudi di antaranya, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengembangan Kawasan Investasi, Sudirman Saad, dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin dan sejumlah pejabat eselon 2 BP Batam.

RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung, dan dihadiri para anggota Komisi VI DPR RI, yang hadir secara langsung maupun daring.

Martin Manurung, mengatakan, rapat tersebut dilakukan secara terbuka, transparan dan tetap menjaga protokol kesehatan, melalui siaran langsung di media daring.

Pada kesempatan tersebut, Rudi menyampaikan bahwa pelaksanaan anggaran dalam semester I tahun 2021, realisasi penerimaan BP Batam mengalami eskalasi atau peningkatan sebesar 33,57 % dari targetnya. Sementara tahun 2020 telah tercapai sebesar 14,17 persen dari targetnya.

Kinerja realisasi belanja dalam semester I tahun 2021 menunjukkan perbaikan dari tahun 2020, ujar Rudi

Ia menjelaskan, untuk tahun 2022, pagu anggaran belanja BP Batam yang diusulkan adalah sebesar Rp2,32 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai dua program, yaitu, Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Program prioritas nasional yang akan kami kembangkan di antaranya, Pengembangan Infrastruktur dan Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Batam, Pengadaan Peralatan Penanganan Cancer/Radiotheraphy, Pengembangan Fasilitas Jalan dan Drainase, katanya.

Program lainnya adalah Pembangunan Terminal Kargo Bandara Hang Nadim dan Pengembangan Maritime City, sambung pria yang juga menjabat Wali Kota Batam itu.

Skema yang akan dikembangkan, lanjut Rudi, adalah pemanfaatan aset melalui pola kerja sama, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Kerja Sama Operasi (KSO), dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).

Kami khususkan hal tersebut terkait dengan Pengembangan dan Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Pengembangan dan Pengelolaan Pelabuhan, Pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), serta beberapa kegiatan lainnya, kata dia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Komisi VI DPR RI juga memberikan apresiasi BP Batam atas prestasinya meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut hingga penghargaan terakhir untuk laporan keuangan tahun 2019 2020.

Komisi VI DPR RI juga mendorong BP Batam untuk memaksimalkan penyerapan realisasi anggaran belanja dan memaksimalkan sosialiasi kepada masyarakat berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kelembagaan.

Selain dengan BP Batam, Komisi VI DPR RI juga menggelar RDP dengan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kepala BP Kawasan Sabang dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

*****

Editor : YB Trisna

Artikel Penerimaan BP Batam Melonjak 33,57 Persen ditulis oleh YB Trisna dan diterbitkan petama kali di Barakata.id.

Artikel Asli