Lakukan Pendekatan Personal Ingatkan Bahaya Corona Tokoh Lintas Agama Jatim Apresiasi Mahfud MD

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:59
Lakukan Pendekatan Personal Ingatkan Bahaya Corona Tokoh Lintas Agama Jatim Apresiasi Mahfud MD

Berbagai upaya dilakukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dalam meningkatkan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Salah satunya Mahfud MD melakukan pendekatan personal dan persuasif terhadap tokoh lintas agama.

Langkah Mahfud tersebut diapresiasi banyak pihak. Pengasuh Pondok Pesantren AL-Amien Kota Kediri, KH. M. Anwar Iskandar mengaskan, upaya yang dilakukan Mahfud MD sangat efektif dan perlu ditiru pemerintah kabupaten kota.

"Saya apresiasi Menko Polhukam yang telah memprakarsai pertemuan malam ini untuk bersama-sama menanggulangi Covid-19. Ini sangat bagus, agar terjadi sinergi antara pemerintah dengan pimpinan agama serta masyarakat," ujar KH. M. Anwar Iskandar Dalam Silaturahmi Virtual Menko Polhukam, Menteri Agama dan Kepala BNPB dengan Pengasuh Pondok Pesantren, Organisasi Keagamaan, dan pimpinan lintas agama se-Provinsi Jawa Timur, Selasa (31/8) malam.

Hadir dalam pertemuan ini, Wakil Menteri Agama, Mepala BNPB, Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, DPRD Jawa Timur, Ketua FKUB, Pengasuh Pondok Pesantren, Organisasi Keagamaan, dan pimpinan lintas agama se-Provinsi Jawa Timur.

Kiai Anwar Iskandar menjelaskan, pendekatan personal seperti yang biasa dilakukan Menko Polhukam sangat baik dilakukan dalam menyadarkan mereka yang abai terhadap protokol kesehatan. Khususnya tokoh agama yang belum percaya terhadap bahaya Covid-19 serta tidak mau divaksin.

"Jadi jangan hanya berhenti di Pak Mahfud, tapi sinergi ini bisa sampai hingga ke bawah. Apa yang dilakukan Pak Mahfud ini juga bisa dilakukan pemerintah kabupaten dan kota, agar timbul sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat untuk mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong," tambahnya.

Hal serupa juga ditegaskan Ketua Forum Kerukunan umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur, KH. Ahmad Hamid Syarif. Menurutnya apa yang dilakukan Menko Polhukam berdampak baik terhadap penyadaran bahaya Covid-19. Dia juga mengapresiasi kerja keras pemerintah yang telah berhasil menurunkan angka penyebaran Covid-19 secara signifikan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur KH. M. Saad Ibrahimdalam kesempatan ini juga memuji langkah-langkah yang dilakukan Mahfud MD sangat tepat.

"Saya mengucapakan apresiasi kepada Pak Mahfud selaku Menko Polhukam mengajak bicara terkait dengan penanganan Covid-19," papar Saad Ibrahim.

Menurutnya, sejak awal, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, termasuk pelaksnaan ibadah dan telah membentuk pusat komando penaganan Covid-19 dalam rangka membantu pemerintah.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar meminta Menko Polhukam terus melakukan pendekatan personal ke beberapa tokoh agama yang belum percaya terhadap bahaya Covid-19.

Diakuinya, hingga saat ini di Jawa Timur masih ada sebagian tokoh agama yang belum sadar akan bahaya Corona, menolak melaksanakan protokol kesehatan, dan menolak vaksin. Kiai Marzuki Mustamar juga mengajak tokoh lintas agama Jawa Timur memerangi hoaks Corona yang bertebaran di media sosial.

Dalam dialog virtual yang dipandu Staf Khusus Menko Polhukam bidang Sosial Budaya Imam Marsudi ini, secara bergantian para pimpinan pondok pesantren dan tokoh lintas agama memberikan berbagai masukan dan saran kepada Menko Polhukam terkait langkah dan strategis pemerintah ke depan dalam menanggulangi pandemi. [ FAQ ]

Artikel Asli