Status PPKM Kota Semarang Turun ke Level 2

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 01 September 2021 - 13:08
Status PPKM Kota Semarang Turun ke Level 2

JawaPos.com Wali Kota Semarang Hendrar Prihadimenyatakan, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Semarang turun dari level3 ke level 2.

Kami sampaikan terima kasih kepada warga Kota Semarang yang sudah sekian lama berdisiplin dengan aturan yang sudah ditetapkan, kataHendrar Prihadi seperti dilansir dari Antara di Semarang, Rabu (1/9).

Indikatornya, kata dia, pertumbuhan penderita, jumlah pasien yang masih dirawat dan meninggal dunia, serta rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit telah menurun. Sedangkan tingkat pengetesan ( testing ) dan penelusuran kontak erat penderita ( tracing ) Covid-19 yang masih di bawah rata-rata angka yang ditetapkan pemerintah menjadi salah satu penyebab status PPKM Ibu Kota Jawa Tengah ini gagal turun ke level 1.

Masih ada upaya yang harus dilakukan, yakni meningkatkan testing dan tracing , serta menurunkan positivity rate , ujar Hendrar Prihadi.

Dia menjelaskan, tingkat positivity rate Kota Semarang masih di angka 12,2 persen, di atas rata-rata yang ditetapkan pemerintah sebesar 5 persen. Angka tracing harus lebih dari 14 persen, di mana Kota Semarang masih berada pada angka 2,4 persen per 100 ribu penduduk.

Wali kota mengungkapkan, terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan petugas yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kota Semarang. Meski demikian, upaya untuk menambah jumlah petugas, termasuk menggandeng TNI/ Polri, untuk meningkatkan testing dan tracing .

Hendrar Prihadi juga meminta warga yang terpapar Covid-19 untuk jujur dalam memberikan keterangan saat petugas melakukan penelusuran kontak erat. Ingat, Covid belum selesai. Tetap lakukan hal-hal yang sifatnya mampu mengatasi Covid, tutur Hendrar Prihadi.

Sementara itu, berdasar data laman https://siagacorona.semarangkota.go.id hingga Selasa (31/8) pukul 17.00 WIB, tercatat 132 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat. Adapun jumlah pasien yang meninggal tercatat sebanyak 6.293 orang.

Artikel Asli