Pernah Kerja di Bengkel, Modal Obeng, Warga Lingsar Ini Curi Motor

Nasional | lombokpost | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:44
Pernah Kerja di Bengkel, Modal Obeng, Warga Lingsar Ini Curi Motor

MATARAM -Terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial ZA, 23 tahun, ditangkap tim opsnal Polsek Lingsar, Minggu (29/8) lalu. Pria yang pernah bekerja di bengkel itu ditangkap di rumahnya, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Kapolsek Lingsar Iptu Ketut Artana mengatakan, pelaku sudah mengincar sepeda motor korban sejak satu minggu lalu.Korban yang kesehariannya sebagai petanisering pergi ke sawah menggunakan sepeda motor. Saat ke sawah, sepeda motor korban dititip di rumah temannya yang lebih dekat dengan sawah miliknya, tutur Artana, Selasa (31/8).

Namun, saat korban selesai beraktivitas di sawah, motor Honda Beat Street-nya sudah tidak ada.Korban kemudian melapor ke Polsek Lingsar, Sabtu (28/8) lalu. Tim melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP dan menemukan rekaman CCTV, terangnya.

Berbekal rekaman CCTV tersebut polisi mengantongi identitas pelaku. Lalu memburu ZA. Kita berhasil menangkap ZA di rumahnya, jelasnya.

Saat ditangkap, polisi menemukan sepeda motor yang mirip dengan milik korban. Setelah dicek nomor mesinnya ternyata cocok dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang dipegang korban. Pelaku beserta barang bukti kita amankan ke mapolsek, ujarnya.

ZA mengakui mengambil sepeda motor tersebut. Dia melihat di sekitar rumah tempat korban menitip sepeda motor sepi. Lalu mengambil obeng yang berada di dekat sepeda motor, jelasnya.

ZA lalu merusak rumah kunci sepeda motor dengan cara mencongkel. Lalu memutus kabel yang tersambung dengan starter. Setelah sepeda motor hidup, pelaku membawa kabur, bebernya.

Sepeda motor hasil curiannya belum sempat dipindahtangankan. Sepeda motor itu rencananya akan dimodifikasi untuk digunakan sendiri. Pengakuannya untuk mengantar anak dan istri ketika dibutuhkan, kata Artana.

ZA mengaku sudah mengenali korbannya. Dia juga mengetahui setiap korban pergi ke sawah selalu menitipkan sepeda motornya di rumah temannya itu. Saya lihat kondisi sepi saya langsung mengambil obeng yang sudah ada di dekat sepeda motor, aku ZA.

Dia mengaku pernah menjadi montir. Berbekal obeng dia merusak lubang kunci. Setelah nyala saya bawa kabur. Itu saya lakukan hampir 1 jam-an, jelasnya sambil mempraktikkan.

Dia tidak pernah berniat untuk menjual sepeda motor curiannya. Melainkan akan digunakan sendiri. Saya mau gunakan untuk mengantar anak saya yang lagi sakit, kelitnya. (arl/r1)

Artikel Asli