Pasca Taliban Kuasai Afghanistan Mahfud MD: Pemerintah Bendung Potensi Ancaman Terorisme Di Tanah Air

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:32
Pasca Taliban Kuasai Afghanistan Mahfud MD: Pemerintah Bendung Potensi Ancaman Terorisme Di Tanah Air

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, pemerintah telah melakukan langkah-langkah awal membendung potensi tindakan teror di berbagai daerah di Indonesia, pasca Taliban menguasai Afghanistan.

Demikian respons Mahfud MD atas pertanyaan peserta dialog dalam Silaturahmi Menko Polhukam, Menteri Agama, dan Kepala BNPB dengan Pengasuh Pondok Pesantren, Organisasi Keagamaan, dan pimpinan lintas agama se-Provinsi Jawa Timur, Selasa (31/8) malam.

Adalah pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura, KH. Moh. Hosnan Annafi yang dalam dialog itu meminta pemerintah mengambil langkah tegas terkait potensi menguatnya terorisme dan radikalisme di Indonesia pasca keberhasilan kelompok Taliban menguasai Afghanistan.

"Saat pemerintah sedang fokus ke masalah penanganan Covid-19, jangan-jangan ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut dengan membangun kekuatan dan tindakan terorisme baru. Sehingga muncul aksi radikalisme seiring keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan," ingat KH. Moh. Hosnan Annafi kepada Menko Polhukam Mahfud MD.

Ia juga meminta pemerintah tidak lengah meski sedang kerja keras dan fokus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, memutus mata rantai terorisme dan radikalisme di Indonesia juga tak kalah penting dari upaya mengatasi pandemi.

Menanggapi hal itu, Menko Polhukam menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah awal membendung potensi tindakan teror di berbagai daerah.

"Kita tidak akan mendiskusikan, apakah Taliban itu teroris atau bukan. Tetapi pemerintah akan tegas menangani dan menindak tindakan terorisme dan radikalisme, baik itu Taliban ataupun bukan," tegas Mahfud.

Menurutnya,siapapun yang melakukan tindakan terorisme serta mengganggu ketentraman masyarakat Indonesia akan ditindak dan diburu sesuai dengan aturan hukum. Mahfud mengakui, bersamaan dengan gejolak di Afghanistan, di Indonesia sempat ikut menghangat.

"Memang ketika mulai terjadi nego-nego antara Taliban dengan pemerintah Afghanistan yang mulai terkepung waktu itu, di Indonesia agak hangat-hangat juga. Oleh sebab itu, aparat terus mengejar dan menangkap sejumlah orang, karena mulai melakukan langkah-langkah awal untuk melakukan tindakan terorisme di berbagai tempat," pungkasnya. [ FAQ ]

Artikel Asli