Airlangga: Tetap Waspada Meski Kasus Covid-19 Melandai

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:00
Airlangga: Tetap Waspada Meski Kasus Covid-19 Melandai

Kasus konfirmasi positif Covid-19 terus mengalami penurunan. Namun demikian semua pihak diminta tak terlena. Sebab, perang lawan Corona belum berakhir.

Kerja keras pemerintah dan masyarakat dalam menekan laju penyebaran Covid-19 perlahan nampak sudah menunjukkan hasil. Tidak hanya Pulau Jawa, tetapi juga di sejumlah daerah lainnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto membuktikan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel telah menekan kasus Covid-19 di berbagai kabupaten kota hingga provinsi.

"Seperti di Sumatera ini kasus fatality rate 3,35 persen dan kasus aktifnya turun minus 42,7 persen," ungkap Airlangga dalam keterangan persnya dikutip Rabu (1/9).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian ini menerangkan, wilayah di luar Jawa dan Bali mengalami penurunan kasus pihaknya tetap tidak terburu-buru membebaskan mobilitas.

Pihaknya masih berlakukan Instruksi Mendagri nomor 36 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM berlevel untuk Jawa dan Bali. Ada Instruksi Mendagri Nomor 37 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM level 3-2-1 di luar Jawa Bali. Ini tetap diberlakukan sejak 24 Agustus sampai dengan 6 September.

Kemudian di Nusa Tenggara, confirm fatality rate di 2,23 persen, kasus turun tajam minus 65,36 persen. Sementara di Kalimantan, confirm fatality rate 3,1 persen dan kasus aktifnya turun dari 9-30 September minus 51,72 persen.

"Di Sulawesi kasusnya turun minus 47,34 persen. Dan Maluku Papua kasusnya turun 29,9 persen. Sehingga sejalan dengan nasional itu terjadi perbaikan," terangnya.

Begitu juga di Kalimantan, kasus aktifnya turun minus 51,72 persen. Lalu penurunan kasus Covid-19 di Sulawesi juga menyusut47,34 persen. Wilayah Maluku dan Papua juga turun 29,9 persen. "Kami terus melakukan evaluasi dalam PPKM," tegasnya.

Dia mengungkapkan, sebelas kabupaten dan kota yang mencatatkan penurunan mobilitas kurang dari sepuluh persen. Daerah tersebut yaitu Kota Dumai, Kota Medan, Kabupaten Rokan Hulu, Pringsewu, Banggai, Banda Aceh, Lampung Selatan, Siak, Luwu Timur, Samarinda, dan Merangin.

Airlangga menyebut ada sembilan kabupaten kota yang ada kecenderungan mobilitas meningkat, yaitu Bandar Lampung, Pekanbaru, Pematangsiantar karena ini merupakan aglomerasi dengan Simalungun, kemudian Kota Jambi, Sumba Timur, Kupang, Jayapura, Padang, dan Palembang.

"Maka wilayah yang mencatatkan penurunan mobilitas kurang dari 20 persen perlu untuk terus ditekan," cetusnya.

Berdasarkan assesment , provinsi di wilayah Sumatera yang penurunan mobilitasnya kurang dari 20 persen dan perlu terus ditekan adalah Aceh, Sumatra Selatan, Lampung, dan Riau.

"Kemudian di wilayah Kalimatan adalah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara," sebutnya.

Selanjutnya untuk wilayah Sulawesi daerah yang mobilitasnya perlu ditekan adalah Gorontalo, Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Barat (Sulbar), dan Sulawesi Tenggara. Sementara untuk Sulawesi Selatan sudah berjalan baik dan perlu terus dipertahankan.

"Di daerah Sulawesi mobilitas yang masih perlu diturunkan adalah Gorontalo karena memang terjadi penaikan kasus. Sulut, Sulteng, Sulbar, Sultra ini juga penurunannya sekitar kurang dari 20 persen, masih perlu ditingkatkan. Sulsel sudah cukup baik," ujar Airlangga.

Terakhir, untuk wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, provinsi yang tingkat mobilitasnya perlu ditekan adalah Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Maluku. [ JAR ]

Artikel Asli