Empat Keistimewaan Ka`bah

Nasional | republika | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:06
Empat Keistimewaan Ka`bah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Ada empat keistimewaan Al-bait al attaqi atau Ka'bah menurut ulama Suriah Muhammad Ali Ash Shabuni. Pendapat Ash Shabuni ini dijelaskan dalam karyanya Rawi Al Bayan tafsir ayat Ahkam Min Alquran yang dikutip Ichsanuddin Kusumadi dalam bukunya Memahami Haji dan Umrah.

Pertama hikmah dipilihnya Ka'bah untuk sarana menunaikan ibadah haji ialah bahwa Allah SWT telah menjadikannya sebagai kiblat bagi ahli tauhid. Ia didirikan dan diperkokoh tiang-tiangnya oleh Abul Anbiya, Ibrahim as,. Ia adalah masjid yang pertama-tama secara mutlak.

"Di sana (Makkah) belum terdapat ibadah yang mendahuluinya," katanya.

Ichsanuddin mengatakan, Ka'bah merupakan partner bagi Baitul Makmur di langit. Kalau Al Baitul Atiq atau Ka'bah itu sebagai sarana tawaf bagi penghuni bumi, maka Baitul Makmur adalah sarana tawaf bagi penghuni langit.

Ash-Shabuni mengabadikan penjelasan dari kitab Tafsir al-Kabir karya Imam Fakhrul Razi, yang menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menyuruh Ibrahim as untuk memakmurkan Al-Bait ini. Dan yang memerintahkan adalah Allah SWT Robbul alamin sedang yang menyampaikan perintah itu adalah malaikat Jibril as.

"Oleh sebab itu di dunia ini tidak ada bangunan yang lebih mulia daripada Ka'bah," katanya.

Karena yang memerintahkan adalah Allah SWT, insinyurnya adalah malaikat Jibril, sedang pelaksanaan pembangunannya adalah Nabi Ibrahim AS, dan pembantunya adalah Nabi Ismail.

Tiga di antara sekian banyak keistimewaan Al Bait al-Atiq adalah bahwa ia adalah tempat yang aman sentosa, karena mendapat perlindungan Allah SWT, atas doa Nabi Ibrahim as yaitu.

"Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian."

"Allah berfirman" Dan kepada orang yang kafir pun aku beri kesenangan sementara kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."(Albaqarah ayat 126).

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan negeri mereka tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-perampok. Maka Mengapa sesudah nyata kebenaran mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah. Surah. (Al Ankabut 67)

As shabuni juga mengabadikan penjelasan kitab tafsir Abu Suud yang menjelaskan bahwa ungkapan wa man kafara (dan barang siapa kufur) diletakkan pada tempatnya ungkapan barangsiapa tidak berhaji adalah menegaskan terhadap kewajiban haji dan memberikan ancaman berat terhadap orang yang meninggalkannya. Oleh sebab itu Rasulullah bersabda

"Barang siapa meninggal dunia sedangkan ia belum menunaikkan Haji, maka hendaknya ia meninggal sebagai Yahudi atau sebagai Nasrani."

Artikel Asli