Tragis, Medali Emas dan Rekor Dunia Hangus Karena Kesalahan Sepele

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 01 September 2021 - 12:02
Tragis, Medali Emas dan Rekor Dunia Hangus Karena Kesalahan Sepele

JawaPos.com- Nasib tragis menimpa para-atlet Malaysia Muhammad Ziyad Zolkefli.

Awalnya, Ziyad tampil sangat luar biasa pada ajang tolak peluru F20 Paralimpiade Tokyo 2020. Dia meraih emas dan memecahkan rekor dunia. Namun, semua hasil itu dibatalkan dan dianggap tidak pernah ada karena kesalahan administrasi yang sepele.

Ziyad yang merupakan peraih emas Paralimpiade Rio 2016 didiskualifikasi karena gagal melapor ke call room tepat waktu.

Berdasarkan laporan Astro Awani, Ziyad didiskualifikasi setelah protes dari atlet Ukraina Maksym Koval setelah pertandingan. Koval melapor ke panitia bahwa Ziyad terlambat datang ke call room sebelum pertandingan dimulai.

Ziyad bertarung tepat di hari Kemerdekaan Malaysia yakni 31 Agustus. Kejadian tragis ini membuat publik Malaysia sangat marah. Ini adalah keputusan yang memalukan. Ini aib luar biasa yang melawan spirit Paralimpiade, sembur mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin di Twitter.

Itu adalah pelanggaran call room. Harusnya, dia dilarang bertanding. Ini kejam dan licik. Medali emas dan tekor dunia kita sudah dirampok, tambah Khairy.

Ziyad memang bertanding dengan sangat luar biasa pada ajang ini. Dia melakukan lemparan terbaik sejauh 17,94 meter. Itu adalah rekor dunia baru pada ajang tersebut.

Maksym Koval dari Ukraina menempati posisi kedua dengan catatan terbaik 17,34 meter. Sedangkan para-atlet Ukraina lainnya Oleksandr Yarovyl berada di posisi ketiga dengan catatan terbaik 17,30 meter.

Namun pada akhirnya, Ziyad dianggap tidak pernah bertanding ( did not start alias DNS ). Koval dan Yarovyl naik statusnya sebagai peraih emas dan perak. Sedangkan para-atlet dari Yunani Efstratios Nikolaidis meraih perunggu (15,93 meter).

Dalam siaran resminya, pihak World Para Athletics menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah mengikat. Berdasarkan aturan World Para Athletics pasal 5.5, Ziyad bertanding tapi dengan status under protest.

Sementara itu, di sisi lain, wasit mencari bukti mengapa Ziyad terlambat melapor ke call room .

Setelah mendapatkan bukti yang cukup, wasit memutuskan bahwa Ziyad memang gagal melapor ke call room tepat waktu.

Pihak Malaysia bersama Australia dan Ekuador yang juga mengalami nasib yang sama, sempat melakukan banding atas keputusan itu.

Namun, mereka gagal memberikan alasan yang masuk akal mengapa atletnya gagal melapor ke call room . Juri setuju dengan keputusan wasit. Juri mengonfirmasikan bahwa atlet tersebut DNS, begitu keterangan resmi World Para Athletics.

Menurut wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Ti Lian Ker, Ziyad terlambat ke call room dari trek tempat latihan karena hujan dan terhalang atlet lain.

Artikel Asli