Putusan Dewas KPK Aneh, Legislator Demokrat Desak Lili Pintauli Mundur

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 01 September 2021 - 11:39
Putusan Dewas KPK Aneh, Legislator Demokrat Desak Lili Pintauli Mundur

JawaPos.com Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar hanya mendapatkan sanksi ringan berupa pemotongan gaji oleh Dewan Pengawas KPK. Publik pun kecewa dengan putusan tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI Santoso menilai aneh putusan Dewan Pengawas KPK terhadapLili Pintauli Siregar. Padahal publik mengharapkan Lili bisa diberikan sanksi berat atas ulah yang diperbuatnya.

Padahal yang diinginkan masyarakat saat ini adalah agar institusi penegak hukum seperti KPK harusnya memberi sanksi yang berat atas pelanggaran kode etik terhadap jajarannya, ujar Santoso kepada wartawan, Rabu (1/9).

Politikus Partai Demokrat ini menilai putusan Dewan Pengawas KPK terhadapLili Pintauli Siregar terkesan membela pelaku pelanggar. Pasalnya pelanggaran etik tersebut sudah sepatutnya mendapatkan sanksi berat.

Terlepas bahwa Dewas KPK memiliki kriteria tentang jenis pelanggaran kode etik pimpinan KPK, namun Dewas KPK harus juga memahami psikologis publik yang kecewa tentang putusan tersebut yang memberinya sanksi hanya berupa pemotongan gaji kepada LP (Lili Pintauli-Red) selama 12 bulan, katanya.

Oleh sebab itu, Santoso menegaskan Lili Pintauli Siregar harus mengundurkan diri dari jabatannya di KPK. Hal itu bertujuan untuk mengobati kekecewaan publik terhadap putusan tersebut.

Jalan menuju obat kekecewaan publik saat ini ditebus oleh Lili Pintauli dengan langkah pengunduran dirinya dari pimpinan KPK. Itu sebagai langkah kesatria dan teladan bahwa yang diinginkan masyarakat adalah perilaku pimpinan KPK yang lurus dan berintegritas, pungkasnya.

Sebelumnya,Ketua Majelis Sidang Etik Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabeanmemutuskan bahwa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar melanggar kode etik.

Pelanggaran dilakukan ketika Lili Pintauli melakukan kontak Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial yang saat itu menjadi tersangka kasus suap di KPK.

Atas perbuatannya itu, Dewas KPK memberikan saksi berat kepada Lili Pintauli Siregar. Dewas memotong gaji Lili hingga 40 persen hingga satu tahun ke depan.

Dalam menjatuhkan putusan, Dewas KPK menimbang bahwa ada dua hal yang memberatkan Lili sehingga ia dijatuhi hukuman berat. Dewas menyebut Lili tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya dan tidak memberikan contoh dan teladan sebagai Pimpinan KPK.

Artikel Asli