Diduga Terlilit Utang, Aplikator RTG Bunuh Diri

Nasional | lombokpost | Published at Rabu, 01 September 2021 - 11:07
Diduga Terlilit Utang, Aplikator RTG Bunuh Diri

TANJUNG -Warga Dusun Prawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung dikejutkan penemuan seorang warga yang tergantung di rumahnya, (31/8). Korban yang merupakan aplikator tersebut diduga mengakhiri hidupnya akibat terlilit utang.

Kasatreskrim Polres Lotara Iptu I Made Sukadana membenarkan kejadian tersebut. Korban I Gusti Lanang Putra, 33 tahun ditemukan tergantung di dalam kamarnya sekitar pukul 11.15 Wita.

Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, ujar dia.

Sekitar pukul 11.00 Wita, seorang saksi bernama I Nyoman Sudita mencari korban ke rumahnya. Saat itu saksi ingin menanyakan korban perihal sepeda motor yang digadai. Setiba di depan rumah korban, saksi bertemu dengan anak korban lalu menanyakan keberadaan korban.

Ditanya sama saksi di mana bapak, anak korban jawab ada di dalam kamar, sambung dia.

Yang bersangkutan memutuskan langsung masuk. Saat mengetuk pintu dan memanggil korban, tak kunjung ada jawaban. Saksi akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar korban.

Ketika membuka pintu kamar, saksi terkejut menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung selendang hitam.

Saksi kemudian pergi menemui dan memberitahukan ibu kandung korban mengenai kejadian tersebut. Serta memanggil warga sekitar.

Dari keterangan pihak Puskesmas Tanjung, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Sementara berdasarkan keterangan ibu korban I Gusti Ayu Made Telaga, pada pukul 07.00 Wita korban tiba-tiba mengamuk tanpa alasan.

Saat itu korban melakukan perusakan pada sanggah atau tempat persembahyangan keluarga di rumahnya. Setelah itu korban masuk ke kamar dan tidak keluar sampai dengan ditemukan meninggal gantung diri, bebernya.

Korban disinyalir mengalami depresi berat terkait dengan permasalahan ekonominya. Menurut informasi keluarga, korban adalah seorang aplikator yang sedang terlilit utang. Selain itu juga sempat didatangi pihak penegak hukum terkait pekerjaan yang ditangani.

Pihak keluarga menolak autopsi dan menganggap meninggalnya korban adalah takdir, tandas dia. (fer/r9)

Artikel Asli