Siapkan Pemimpin Melalui Pendidikan Berbasis Kompetensi dan Karakter

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 01 September 2021 - 11:00
Siapkan Pemimpin Melalui Pendidikan Berbasis Kompetensi dan Karakter

JawaPos.com Pada awal mula berdirinya tahun 1934, sekolah Xin Zhong dikenal dengan nama Sin Hwa High School (SHHS), sebuah sekolah Tionghoa jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena kondisi sosial politik, tahun 1966 kegiatan operasional Sin Hwa High School berhenti.

Memasuki tahun 2000, sekelompok alumni yang selalu menjaga hubungan baik sejak mereka sekolah di Sin Hwa High School, bergotong royong membentuk Yayasan Sarana Hubungan Harmonis Sejahtera (SHHS).

Visi mereka adalah membangun sebuah institusi pendidikan yang mampu melahirkan para pemimpin nasional bahkan pemimpin Asia masa depan melalui pendidikan bermutu tinggi dan mewariskan kearifan lokal, karakter dan budaya Indonesia serta nilai-nilai Tionghoa yang solid kepada generasi berikutnya.

Mimpi besar para alumni Sin Hwa High School membangun sebuah institusi pendidikan secara bertahap terwujud dengan lahirnya Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Xin Zhong ( Play Group & Kindergarten ) tahun 2004, Sekolah Dasar Xin Zhong ( Primary School ) tahun 2005, Sekolah Menengah Pertama Xin Zhong ( Secondary School ) tahun 2011, dan SMA Xin Zhong ( Pre-University ) tahun 2015.

Menjawab tantangan perkembangan dunia di tingkat global, Sekolah Xin Zhong mengukuhkan eksistensinya sebagai Sekolah Tiga Bahasa dengan status/bentuk Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) untuk menyiapkan pemimpin masa depan dengan pendidikan berbasis kompetensi dan karakter. Cita-cita luhur tersebut diwujudkan melalui tiga pilar pendidikan di sekolah Xin Zhong yaitu (1) Sekolah Berbasis Tiga Bahasa; (2) Sekolah Berbasis Keunggulan Akademik; dan (3) Sekolah Berorientasi pada Kepemimpinan Berbasis Karakter. Ketiga pilar tersebut sejalan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21 yaitu (1) kemampuan berpikir kritis ( critical thinking ) dan pemecahan masalah ( problem solving ); (2) kreativitas ( creativity ) dan inovasi ( innovation ); (3) kemampuan kerjasama ( collaboration ); dan (4) kemampuan berkomunikasi ( communication ).

Maximilliano bersama Gubernur Jawa Timur Timur, Khofifah Indar Parawangsa saat menerima Juara III pada Internasional Olimpiade Informatika Asia Pacific (APIO)(Istimewa)

Sekolah Berbasis Tiga Bahasa
Kemampuan berkomunikasi ( communication skill ) dalam tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Tionghoa dan Bahasa Inggris dilatih sejak dini yaitu sejak jenjang Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Menyadari adanya tuntutan perkembangan dunia secara global, KB-TK Xin Zhong juga mengadopsi kurikulum yang berstandar internasional dalam pengajaran Bahasa Tionghoa dari RRT untuk anak usia dini dan menggunakan sistem Phonics yang berasal dari Amerika untuk memperkaya pembelajaran Bahasa Inggris.

Pengajaran kompetensi Bahasa Tionghoa di Sekolah Xin Zhong (SD-SMP-SMA) berdasarkan standar Beijing, dimana siswa diharapkan mampu menguasai Hanyu Pinyin serta mempunyai kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tulisan dalam bahasa Tionghoa. Kompetensi Bahasa Tionghoa dilatih secara berkelanjutan dimana siswa diharapkan mampu menguasai uji kemahiran Hanyu Shuiping Kaoshi ( HSK) pada setiap jenjangnya (SD-HSK3; SMP HSK4, SMA HSK5). Khusus di jenjang SMA, pelajaran Business Chinese diberikan sebagai salah satu penerapan kompetensi kebahasaan di bidang bisnis.

Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran Bahasa Inggris ( English ) dan mata pelajaran kurikulum asing yaitu Cambridge Assessment International Education . Mata pelajaran Cambridge seperti English, Mathematics, Science, Digital Literacy, Biology, Chemistry, Physics, Business Studies , dan Global Perspective sehari-hari disampaikan dalam bahasa Inggris. Hal ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar tercipta lingkungan belajar yang mendukung ( english environment ).

Kemampuan berkomunikasi Bahasa Indonesia dilakukan melalui penerapan kurikulum nasional khususnya tiga mata pelajaran wajib yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia. Ketiga mata pelajaran tersebut diberikan bukan sekedar untuk melatih dan merawat kemampuan berbahasa Indonesia tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan membangun rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Sekolah Berbasis Keunggulan Akademik
Sekolah Xin Zhong merupakan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) yang menerapkan kurikulum nasional dan diperkaya dengan kurikulum asing yaitu Cambridge Assessment International Education . Kurikulum Cambridge menetapkan standar pendidikan global yang diakui oleh berbagai kalangan di seluruh dunia baik oleh kaum akademisi (universitas) maupun praktisi (dunia kerja) di dunia usaha dan industri.

Dengan menerapkan kurikulum Cambridge, Sekolah Xin Zhong membekali peserta didik dengan keunggulan akademik yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berpikir kreatif ( creative thinking ) dan inovatif ( innovative thinking ).

Hal demikian dapat dicapai karena pembelajaran Cambridge mengutamakan pengetahuan ( knowledge ) dan pemahaman konsep yang mendalam ( understanding ) serta kemampuan berpikir tingkat yang lebih tinggi (higher order thinking skill). Di atas semuanya, kurikulum Cambridge mengembangkan rasa ingin tahu ( curiosity ) dan membentuk pribadi pembelajar sepanjang hayat ( lasting passion for learning ).

Upacara 17 Agustus sebagai penguatan pendidikan karakter Nasionalisme di Sekolah Xin Zhong. (Istimewa)

Pendidikan berbasis keunggulan akademik diberikan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik pada setiap jenjangnya. KB-TK Xin Zhong menerapkan kurikulum nasional dan diperkaya dengan kurikulum Lembaga Pendidikan Asing. Proses pembelajaran dilakukan berdasarkan pada tema per minggu yang disusun secara sistematis, dengan mengacu pada aspek-aspek perkembangan anak usia dini, mulai dari moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, serta dirancang sedemikian rupa agar semua aspek perkembangan anak berkembang dengan optimal sesuai dengan usia anak.

SPK SD Xin Zhong menerapkan Cambridge Primary Program untuk kelas 1-6. Kurikulum Cambridge Primary Program meliputi mata pelajaran utama yaitu English, Mathematics dan Science . Mata pelajaran ini diajarkan secara terstruktur dan memiliki standar pemetaan kompetensi akademik siswa. Cambridge International memberikan final assessment yaitu Primary Checkpoint di kelas 6 dan Progression Test untuk kelas 4 dan 5.

SPK SMP Xin Zhong menerapkan Cambridge Lower Secondary Program untuk kelas 7-8 dan Cambridge Upper Secondary Program untuk kelas 9-10. Kurikulum Cambridge meliputi mata pelajaran English, Mathematics, Science, Digital Literacy dan Global Perspectives untuk Lower Secondary yaitu kelas 7-8. Sedangkan untuk Upper Secondary kelas 9-10 mencakup mata pelajaran English as a Second Language, Mathematics, Biology, Chemistry, Physics, Business Studies, Information and Communication Technology dan Global Perspectives . Cambridge International memberikan final assessment untuk Lower Secondary yaitu Progression Test untuk kelas 7 dan Secondary Checkpoint untuk kelas 8 sedangkan untuk jenjang Upper Secondary adalah IGCSE ( International General Certificate of Secondary Education ) pada akhir kelas 10.

Program Cambridge di jenjang SPK SMA/Pre-University yaitu Upper Secondary menawarkan program International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) untuk kelas 9-10. Pada akhir kelas 10 siswa wajib mengikuti ujian IGCSE dengan mengambil minimal 3 (tiga) mata pelajaran hingga 5 (lima) mata pelajaran Cambridge. Program Cambridge Advance terdiri dari program As Level untuk kelas 11 dan program A Level untuk kelas 12. Pada akhir kelas 11 (AS Level) dan kelas 12 (A Level) siswa wajib mengikuti ujian Cambridge dengan mengambil minimal 3 (tiga) hingga 4 (empat) mata pelajaran.

Sekolah Berorientasi pada Kepemimpinan Berbasis Karakter
Profil pemimpin masa depan bukan hanya harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang digunakan dalam masyarakat global dan kompetensi abad ke-21 tetapi juga memiliki karakter luhur sebagai manusia yang berkeutamaan. Pendidikan di Sekolah Xin Zhong memperhatikan dimensi manusia secara holistik dan integratif mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dimensi sikap dilatih, dibentuk dan dikembangkan melalui program penguatan karakter melalui berbagai kegiatan sekolah. Dalam konteks ini Pendidikan berbasis nilai ( value based education ) merupakan suatu keniscayaan.

Pendidikan berbasis nilai diterapkan secara terintegrasi melalui berbagai kegiatan sekolah baik kegiatan intrakurikuler (belajar-mengajar), ekstrakurikuler maupun kegiatan pengembangan potensi siswa lainnya di luar sekolah. Dasar dari penguatan Pendidikan karakter adalah internalisasi nilai-nilai sekolah. Nilai-nilai Sekolah Xin Zhong dirumuskan dalam sebuah mnemonic yaitu PRECIOUS ( Perseverance & Prudence, Responsibility & Respect, Enthusiasm & Exploration, Creativity, Integrity & Industriousness, Optimism, Understanding, Self-Disciplin e). Penghayatan nilai-nilai sekolah dilakukan dengan berbagai pendekatan.

Pengintegrasian nilai-nilai sekolah melalui kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai dampak pengiring (nurturant effect). Contoh, nilai disipilin-diri (self-discipline ) diterapkan melalui pelaksanaan tata tertib kelas misalnya mengikuti jam pelajaran dengan tepat waktu. Kreativitas ( creativity ) dapat diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek ( project based learning ) dimana peserta didik memiliki ruang kreativitas untuk merancang, melaksanakan dan mempresentasikan hasil proyek pembelajaran.

Nilai integritas ( integrity ) diterapkan dengan kejujuran peserta didik dalam membuat tugas pembelajaran yang memperhatikan kode etik ilmiah dan tidak melakukan tindakan plagiat.Penerapan nilai-nilai sekolah sebagai salah satu bentuk penguatan pendidikan karakter juga dilakukan melalui kegiatan di luar kelas, seperti kemah karakter, pelatihan dasar kepemimpinan untuk pengurus OSIS, kegiatan live in dan kegiatan lain yang relevan.

Selain nilai-nilai sekolah, penguatan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar juga mengingtegrasikan atribut pembelajar Cambridge ( Cambridge Learner Atributes ). Kurikulum Cambridge membantu siswa menjadi percaya diri ( confident ), bertanggung jawab ( responsible ), reflektif ( reflective ), inovatif ( innovative ), dan berpartisipasi secara aktif-proaktif ( engaged ).

Karakter pembelajar Cambridge tersebut dibentuk agar peserta didik siap menghadapi kebutuhan dunia di hari esok dan mampu membentuk dunia yang lebih baik untuk masa depan. Pendidikan di Sekolah Xin Zhong bukan hanya membekali peserta didik dengan nilai-nilai sekolah dan atribut pembelajar Cambridge, tetapi juga dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an yaitu Profil Pembelajar Pancasila. Profil Pembelajar Pancasila mencakup enam nilai utama yaitu (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) Berkebhinekaan global, (3) Bergotong Royong, (4) Mandiri;, (5) Bernalar Kritis, dan (6) Kreatif. Profil Pembelajar Pancasila tersebut diharapkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme sebagai suatu keniscayaan untuk menyiapkan peserta didik menjadi pemimpin masa depan.

Artikel Asli