Segera Simulasikan One Gate System

Nasional | radarjogja | Published at Rabu, 01 September 2021 - 10:52
Segera Simulasikan One Gate System

RADAR JOGJA Penerapan skema one gate system segera disimulasikan di Kota Jogja untuk mengantisipasi munculnya keramaian seperti terjadi akhir pekan kemarin. Terlebih beberapa hari ke depan wilayah aglomerasi Jogjakarta masuk prediksi pemerintah pusat PPKM akan turun dari level 4 menjadi level 3.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, pertumbuhan kasus baru Covid-19 di wilayanya memang ada kecenderungan turun. Sehingga masuk rencana pusat untuk menurunkan PPKM ke level 3 dalam waktu dekat.

Ya insya Allah (turun level, Red), karena memang kita ada kecenderungan turun kasus barunya, kata HP di PPTQ Harun As Syafii Jalan Karangkajen, Kota Jogja, Selasa (31/8).

Namun, hal itu justru menjadi pekerjaan berat jajaran pemerintah kota. Sebab, konsekuensi turun level otomatis akan ada kelonggaran-kelonggaran aktivitas masyarakat. Sehingga pemkot harus membuat sistem pertahanan yang lebih kuat untuk mengantisipasi adanya gelombang tiga pandemi Covid-19.

Masalahnya kita harus mengajak masyarakat, meskipun kita turun tapi prokes harus tetap dijalankan. Jangan sampai seolah-olah bebas melakukan apa pun, ujarnya yang menyebut saat ini masih penerapan PPKM Level 4.

Diingatkan bahwa ketika kita akan mengakhiri gelombang dua pandemi, di luar negeri sedang memulai gelombang tiga. Kita harus membuat daya tahan kita lebih kuat. Hanya bisa dilakukan kalau kita mengubah perilaku untuk adaptif dengan prokes yang baru, tambahnya.

Terlebih, masih penerapan PPKM Level 4 yang masih ada pembatasan saja namun aktivitas Malioboro sudah mulai ramai pengunjung akhir pekan kemarin. Tidak sedikit masyarakat yang sudah mulai berkunjung ke kawasan ini dan berasal dari wilayah luar DIJ yang sekadar memiliki kerinduan akan suasana Malioboro.

Menurut Wawali Jogja ini, munculnya keramaian itu akibat dari sekat-sekat ruas jalan menuju kota yang mulai dibuka secara perlahan. Namun demikian, diklaim mayoritas masih berasal dari kendaraan pelat AB atau Jogjakarta. Meskipun, sempat masuk rombongan dari luar DIJ menggunakan bus, tetapi dihalau tidak diperkenankan parkir di seputaran Malioboro. Parkir-parkir di seputaran Malioboro baik ABA, BI, maupun Serangan masih kita tutup dan mereka kita halau, tidak boleh parkir, jelasnya.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi munculnya keramaian seiring wacana akan ada penurunan PPKM Level 3, maupun mengantisipasi keramaian pada akhir pekan ini, pemkot berencana segera menerapkan skema one gate system untuk simulasi awal pada pekan depan. Semula, penerapan skema itu akan diterapkan manakala melepas PPKM yang membawa konsekuensi dibukanya kembali sejumlah destinasi wisata.

One gate system sedang kita kaji. Kita mungkin segera menerapkan itu pada week end atau minggu-minggu depan ini. Supaya kita bisa antisipasi keramaian, terangnya.

Sehingga, sebelum memasuki kawasan Kota Jogja sejumlah angkutan pariwisata khususnya, harus melalui satu pintu di Terminal Giwangan. Di sana seluruh penumpang atau rombongan akan diskrining terkait berkas perjalananannya.
Pokoknya siapa pun yang datang ke Jogja harus membawa kartu vaksin dan hasil swab negatif. Itu yang akan ditanyakan para petugas ketika mereka yang akan masuk kota Jogja, tambahnya yang menyebut pemeriksaan acak kendaraan antarprovinsi juga masih dilakukan sampai sekarang.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Ekwanto mengatakan, wisata di Malioboro sebenarnya belum dibuka karena masih PPKM Level 4. Namun, aktivitas PKL dan toko memang sudah dilonggarkan. Dampaknya, ada sedikit peningkatan kunjungan meski belum signifikan.

Malam Minggu kemarin agak terasa sedikit (peningkatan), tapi hari-hari biasa masih landai. Bus-bus juga belum ada parkir. Sebelum Malioboro dibuka, pasti masyarakat mengalami kerinduan. Tapi apa boleh buat, karena belum dibuka secara luas, katanya.

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja Baharuddin Kamba mendukung kebijakan pemkot untuk mengatur berbagai skema agar tidak muncul keramaian yang dapat berpotensi terhadap sebaran kasus baru. Namun, adanya kebijakan aturan yang ada itu harus konsisten dengan implementasi di lapangan. Termasuk sudah mencanangkan Malioboro sebagai kawasan bervaksin dan bermasker.

Kami mendukung kebijakan pemkot, tapi tingkat implementasi yang perlu kita kawal. Kita harus waspada munculnya gelombang tiga, jangan sampai orang jemawa dan sudah abai, katanya.

Dikatakan, petugas Satpol PP dan Jogoboro mempunyai andil besar untuk mengawasi keramaian dan penerapan protokol kesehatan terhadap pengunjung. Demikian pula pengecekan skrining maupun identitas vaksinasi, juga tetap ditegakkan, mengingat Malioboro sudah menjadi kawasan bervaksin dan bermasker. (wia/laz)

Artikel Asli