Dana Bergulir Macet, Pedagang PSG Kabur

Nasional | radarjogja | Published at Rabu, 01 September 2021 - 10:14
Dana Bergulir Macet, Pedagang PSG Kabur

RADAR JOGJA Program dana bergulir di Pasar Seni Gabusan (PSG) Macet. Sebagian pedagang yang menunggak malah kabur.
Macet, mereka sudah tidak di PSG. Wah susah (cari pedagangnya, Red), ujar Koordinator PSG, Sigit Selo Raharjo dihubungi Radar Jogja (31/8).

Macetnya dana bergulir terjadi sejak 2017. Saat itu, Sigit mengaku belum masuk ke PSG. Pria 50 tahun ini mengetahui macetnya program tersebut berdasar informasi dari Dinas Perdagangan (Dinper) Bantul.

Saya di PSG, 2019 akhir. Saya gali, macet itu mana orangnya, kalau dicari orangnya di mana (susah, Red). Ini ranah kantor dinas, kebijakannya seperti apa. Bukan kami yang di lapangan, ucapnya.

Dampak dari pedagang terdahulu yang tidak bertanggung jawab, turut dirasakan oleh pedagang di PSG. Karena banyak yang tidak bertempat di situ akhirnya macet. Akhirnya kami stop, kami nggak berani meminta lagi, bebernya.

Saat ini, jelasnya, tengah dilakukan penataan organisasi PSG, guna membangkitkan kembali geliat di PSG. Selain itu, memastikan PSG menjadi lebih sehat. Pedagang lama banyak yang sudah tidak di situ. Maka akan kami tertibkan, cetusnya.

Sebelumnya, Bendahara Dana Bergulir di Dinper Bantul, Sumardianto mengatakan, dinasnya tetap mengupayakan penarikan terhadap dana bergulir yang macet. Tapi terakhir kali penarikan dilakukan pada akhir 2020. Penarikan, kami tetap upayakan kelancaran dengan memberikan surat teguran. Akhir 2020 sempat kami layangkan kembali. Insyaallah ada yang mau mengangsur lagi, paparnya.

Pria 58 tahun ini pun mengklaim jumlah dana bergulir yang macet di Bantul kecil. Meskipun begitu, dia enggan menyebutkan jumlah dana bergulir macet secara pasti. nggak juga(jumlahnya tinggi, Red). Aduh datanya, saya nggak hafal, sebutnya.

Dana bergulir yang macet itu sebenarnya tidak hanya terjadi di PSG. Namun, dibenarkan mayoritas berasal dari PSG. Karena kondisi di PSG, perkembangannya tidak seperti yang kita inginkan, jelasnya.

Kendati begitu, Dinper Bantul tetap kembali mengadakan program dana bergulir. Kali ini jumlahnya Rp 800 juta. Di mana akan didistribusikan ke 23 pasar yang ada di Bumi Projotamansari. Kami beri kepada 400 pedagang, ungkapnya.

Program ini dijalankan kembali atas permintaan pedagang. Lantaran mereka membutuhkan bantuan permodalan. Sementara untuk mengambil pinjaman ke rentenir, bunga yang diterapkan tinggi dan memberatkan. Pedagang meminta untuk digulirkan lagi. Memang ini sedikit banyak membantu permodalan, tandasnya. (fat/bah)

Artikel Asli