Warga Terdampak Tol Belum Siap Pindah

Nasional | radarjogja | Published at Rabu, 01 September 2021 - 09:50
Warga Terdampak Tol Belum Siap Pindah

RADAR JOGJA Sebagian warga terdampak jalan tol Jogja-Bawen di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, sudah mendapatkan ganti untung pembebasan lahan. Kendati begitu, belum semua warga siap jika sewaktu-waktu diminta meninggalkan lahannya.

Seorang ibu rumah tangga, Arif Ikhsan Nur Fitri, 45, warga Padukuhan Pundong IV, Tirtoadi, Mlati, mengaku dirinya belum siap jika harus meninggalkan rumah secepatnya. Dia dan keluarganya membutuhkan waktu lama untuk dapat merelakan tanah warisan leluhurnya itu.

Namun apa daya, mempertahankan lahan untuk kepentingan negara tidaklah mudah. Pencairan uang ganti rugi pun sudah dia terima pada 19 Agustus lalu. Sebanyak Rp 1.985.000.000, sebut Fitri Selasa (31/8).

Nilai itu untuk ganti rugi rumah dan tanah seluas 380 meter persegi. Selain itu, kebun pisangnya seluas 210 meter persegi juga terdampak tol dan dihargai Rp 521 juta. Jadi semuannya Rp 2,5 miliar lebih, ungkapnya.

Meski ganti rugi lebih tinggi dari normalnya harga tanah, dia menilai nominal itu tidak mampu menggantikan aset keluarganya yang merupakan warisan leluhurnya dan memiliki nilai sejarah. Menurutnya, kelebihan nilai uang ganti rugi itu sepadan dengan uang depresi, uang tunggu dan lain-lain. Toh nantinya kalau jadi jalan tol, kita tidak mesti lewat jalan tol itu, tambahnya.

Dia menceritakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan lahan baru yang nantinya akan dia bangun rumah bersama orangtuanya. Uang itu dia belikan tanah seluas 600 meter. Lokasinya, masih satu padukuhan, tetapi beda dusun.
Saya punya simbah dan nggak mau pindah. Lalu, orang tol berdatangan memasang patok dan ngasih nilai harga aprasial. Ini membuatnya kepikiran. Soalnya tumpah darah di sini, ujarnya.

Hal senada disampaikan Lukas, 37, warga terdampak jalan tol Jogja-Bawen asal Kelangkapan, Margomulyo, Seyegan. Ia mengatakan, rumah dan sawahnya seluas 650 meter persegi terdampak tol. Oleh penyelenggara tol, dia diberikan ganti Rp 1,7 miliar. Pencairan akan dilakukan September ini. Nanti akan dibelikan rumah, tanah dan mobil pikap, ungkapnya.

Sementara itu, Panewu Mlati Yakti Yudanto mengatakan, ganti rugi lahan terdampak tol Jogja-Bawen mulai dicairkan di Kalurahan Tirtoadi. Tepatnya di Padukuhan Sanggrahan, akan dibangun junction tall (persimpangan tol) antara Jogja-Bawen dan Jogja-Solo. Sementara kalurahan yang dilewati jalur tol Jogja-Solo yaitu Sinduadi, Tlogoadi, Sendangadi, dan Tirtoadi.

Untuk jalan tol Jogja-Solo di Kapanewon Mlati belum ada pembebasan. Diawali dari timur, Prambanan dan Kalasan. Sementara untuk Jogja-Bawen sudah dimulai dari Tirtoadi. Tetapi pembayarannya belum seluruhnya selesai, katanya.

Sekretaris Daerah Sleman Harda Kisaya mengimbau warga yang telah menerima ganti rugi tol dapat mengelola uangnya dengan baik. Tidak untuk berfoya-foya, melainkan menyiapkan tempat tinggal baru. Dahulukan membeli tanah dan rumah. Kalau ada sisa, silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya, pintaya. (mel/laz)

Artikel Asli