Kurir Tertangkap, Bandar Peredaran Obat Daftar G di Lombok Barat Kabur

Nasional | lombokpost | Published at Rabu, 01 September 2021 - 09:45
Kurir Tertangkap, Bandar Peredaran Obat Daftar G di Lombok Barat Kabur

MATARAM -Terduga bandar peredaran gelap obat daftar G berinisial MA lolos dari sergapan polisi. Saat ini, perempuan asal Kediri, Lombok Barat (Lobar), tersebut sedang diburu tim Satresnarkoba Polresta Mataram.Pemilik obat daftar G masih buron, kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama, Selasa (31/8).

Terungkapnya peran MA berawal dari penangkapan seorang kurir berinisial BS. Pria asal asal Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), itu ditangkap saat mengambil paket berisi ribuan butir obat daftar G di salah satu kantor jasa pengiriman barang di Dasan Cermen, Mataram, Minggu (29/8). Total ada 15 ribu butir obat daftar G yang kita amankan jenis Tramadol dan Trihexyphenidyl, sebutnya.

Kepada polisi, BS mengaku obat tersebut bakal diberikan ke MA. Dia hanya disuruh mengambilkan obat tanpa izin edar itu. Pengakuannya hanya disuruh mengambil, kata Yogi.

BS dijerat pasal 196 dan atau pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara.

Paket obat tersebut dipesan MA dari Jakarta. Diduga hendak diedarkan di wilayah Mataram dan Lobar. MA memang menjadi bandar, ujarnya.

Dari keterangan BS, polisi langsung memburu MA ke rumahnya di Kediri, Lobar. Tetapi operasi penangkapan itu diduga bocor. MA berhasil kabur.

Kendati demikian, polisi tetap menggeledah rumah MA. Ditemukan beberapa strip obat yang diduga sama dengan barang yang diambil BS. Dari situ kuat dugaan kalau MA ini pemain utamanya, ujarnya.

Polisi belum menetapkan MA dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih melakukan pemanggilan terhadap MA dengan status sebagai saksi. Kalau tiga kali tidak datang, baru kita tetapkan DPO, jelasnya.

Penyelidik akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram. Guna memeriksa kandungan obat tanpa izin edar tersebut.

Yogi mengatakan, obat jenis Tramadol dan Trihexyphenidyl tidak bisa diperjualbelikan tanpa resep dokter. Biasanya penyalahguna mengonsumsi obat daftar G tersebut dalam jumlah yang cukup banyak. Efeknya kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa membuat nge-fly, ujarnya. (arl/r1)

Artikel Asli