Sayur Organik KLU Masih Kesulitan Pasar

Nasional | suarantb | Published at Rabu, 01 September 2021 - 02:18
Sayur Organik KLU Masih Kesulitan Pasar

Tanjung (Suara NTB) Ketua PKK Kabupaten Lombok Utara, Hj. Galuh Nurdiyah, mengintervensi kelesuan pasar sayur organik hasil produksi kalangan kelompok wanita tani. Upaya ini selain sebagai wujud implementasi Perbup Bela Beli produk lokal, juga menggairahkan pasar sayuran organik di tengah pandemi Covid-19.

Kelompok wanita tani seperti di Dusun Kerurak memang masih terbentur dengan pasar. Sehingga saya minta, kalau ada kelebihan produksi, sekali seminggu dikirim ke pendopo, ujar Galuh, di sela-sela persiapan Lomba Pokja 3 PKK KLU, Senin, 30 Agustus 2021.

Ia menyadari, sayur organik hasil budidaya kelompok masyarakat masih kesulitan akses. Selain image pasar organik belum terbentuk, harga sayuran organik juga masih sama dengan harga non organik.

Oleh karenanya, dengan penyerapan sayur organik oleh pendopo, Galuh bermaksud memperkenalkan produk tersebut kepada tamu Bupati. Selain itu, serapan sayuran organik untuk menjaga cakupan logistik kepala daerah dan tamu kepala daerah.

Sayur organik juga menyehatkan. Serapan pendopo hanya sebagai stimulan, karena ke depan kita arahkan supaya OPD membimbing adanya industrialisasi skala rumahan untuk sayuran organik. Misalnya keripik sayur bayam organik, manisan tomat organik, dan lainnya, papar Galuh.

Keterlibatan masyarakat khususnya kelompok wanita dalam budidaya pertanian organik, menurut dia, perlu ditumbuhkembangkan. Terlebih lagi, OPD terkait sudah memiliki program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Dengan integrasi program dan pendampingan yang serius, ia meyakini akan lebih banyak KWT yang bisa menghasilkan produk-produk organik berbagai jenis.

Adanya hasil produksi sayur, KWT yang juga ibu rumah tangga tidak perlu beli, bisa menanggulangi kebutuhan dapur. Di samping itu ada nilai ekonominya, tambahnya.

Galuh selaku ketua PKK sekaligus anggota komisi III DPRD KLU, meminta agar OPD terkait mengawal animo masyarakat secara serius. Pendampingan tidak hanya dengan membantu bibit, tetapi juga media tanam berupa polybag dan pupuk. Demikian juga, ilmu bertani organik harus sudah disosialisasikan ke dusun-dusun.

Saya akan memastikan KWT berkelanjutan. Setelah panen, kelompok diberi pengetahuan penyiapan bibit unggul dari hasil produksinya. Sehingga KWT bisa berusaha untuk jangka panjang, tambahnya. (ari)

The post Sayur Organik KLU Masih Kesulitan Pasar first appeared on SuaraNTB.

Artikel Asli