Bupati Tetapkan Kerusakan Proyek Penataan Senggigi akibat Bencana

Nasional | suarantb | Published at Rabu, 01 September 2021 - 02:19
Bupati Tetapkan Kerusakan Proyek Penataan Senggigi akibat Bencana

Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) sudah mengeluarkan surat tanggap bencana atas tiga proyek penataan Senggigi itu. Artinya kerusakan tiga titik penataan Senggigi itu akibat force majeure atau keadaan kahar yang berarti suatu kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan, sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Atas dasar itu, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar menganggap longsornya tiga titik proyek itu diakibatkan curah hujan.

Sesuai hasil survei tim yang ada di BPBD bahwa bencana itu terjadi karena hujan. Itu dituangkan dalam bentuk kajian dan dilaporkan ke pak bupati dan ditetapkan melalui surat (status bencana), ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar, Mahnan, Senin, 30 Agustus 2021.

Pihaknya tidak masuk dalam ranah lain, termasuk proses hukum yang tengah berproses atas proyek itu. Seperti penyelidikan oleh APH. Pihaknya hanya melihat ada kejadian bencana akibat bukan. Sehingga wajar jika status bencana ditetapkan untuk melakukan perbaikan bangunan itu demi sarana jalan masyarakat. Makanya itu ditetapkan sebagai status bencana, ujarnya.

Kaitan status bencana sebagai usulan penanganan perbaikan longsor, menurutnya dampak bencana menganggu aktivitas, sosial masyarakat maka wajar diajukan penanganan perbaikan. Terkait perbaikan pun, tidak harus dari pemerintah. Namun kalau ada sumber lain, seperti dari sumbangan pihak ketiga sepanjang tidak mengikat. Apakah status bencana untuk mengaburkan indikasi pidana dalam peristiwa ini, Mahnan mengaku pihaknya tidak melihat itu. Yang jelas ada peristiwa alam, yakni hujan menyebabkan banjir dan longsor. Kalau ada faktor-faktor lain, bukan domain kami, jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah mempertanyakan progres perbaikan tiga titik proyek Senggigi yang longsor. Penanganannya dinilai lambat dan belum ada progres perkembanganya terhadap perbaikannya.

Menurutnya pihak ketiga atau kontraktor sudah diberikan waktu untuk melakukan perbaikan fasilitas itu sebagai pertanggungjawaban. Namun sejauh ini ketika politisi Gerindra itu melintas jalur Senggigi, hingga kini perbaikannya lambat.Saya lewat sana tapi yang mengerjakan perbaikannya hanya dua tiga orang tukangnya, belum ada progres, ungkapnya.

Ia menilai dengan progres itu, belum dapat diduga berapa dugaan kerugian negara yang diungkapkan Aparat Penegak Hukum (APH). Meski demikian pihaknya mendukung dan mendorong APH mengusut dugaan indikasi kerugian negara jika benar adanya.Karena yang bisa mengambil kesimpulan adanya kerugian negara itu ada BPK, BPKP dan APH (Kepolisian dan Kejaksaan). Kalau kami jika ada indikasi kerugian negara di sana ya kami mendorong agar penegak hukum menindaklanjuti, ujarnya. (her)

The post Bupati Tetapkan Kerusakan Proyek Penataan Senggigi akibat Bencana first appeared on SuaraNTB.
Artikel Asli