Pasukan AS Ditarik di Afgainstan, Biden: Perang Telah Berakhir

Nasional | bukamatanews | Published at Rabu, 01 September 2021 - 08:01
Pasukan AS Ditarik di Afgainstan, Biden: Perang Telah Berakhir

BUKAMATA - Jenderal Frank McKenzie, Kepala Kompando Pusat AS mengatakan, bahwa C-17 Globemaster III terakhir lepas landas beberapa menit sebelum tengah malam waktu Kabul.

Waktu itu merupakan awal di tanggal 31 Agustus, yang merupakan batas akhir waktu penarikan Amerika Serikat.

Dan inilah untuk pertama kalinya sejak akhir 2001, beberapa minggu setelah serangan 11 September, tidak ada lagi anggota militer AS di Afghanistan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa (31/8/2021) memberikan pidato tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Di pidato itu, Biden memberikan pembelaan yang kuat atas keputusannya itu. Penarikan pasukan di hari terakhir evakuasi warga dari Afghanistan ini sekaligus menandai berakhirnya perang terpanjang AS hampir 20 tahun setelah dimulai.

"Rekan-rekan Amerika saya, perang di Afghanistan sekarang telah berakhir," kata Biden di Gedung Putih, menandai momen simbolis yang menurutnya sudah lama tertunda.

"Saya presiden keempat yang menghadapi masalah apakah dan kapan harus mengakhiri perang ini. Ketika saya mencalonkan diri sebagai presiden, saya membuat komitmen kepada rakyat Amerika bahwa saya akan mengakhiri perang ini. Hari ini saya menghormati komitmen itu, lanjutnya.

Pidatonya, disampaikan dengan nada 'berapi-api' yang mengungkapkan kilatan kemarahan terhadap para pengkritiknya, dan tidak meminta maaf atas bagaimana perang berakhir.

Sebaliknya, Biden mengatakan pilihan sebenarnya di Afghanistan adalah "antara pergi atau semakin meningkatkan eskalasi ketegangan.

Dia mengatakan akhir perang dengan Taliban kembali memegang kendali setelah triliunan dolar dan ribuan nyawa dihabiskan untuk mengusir mereka, adalah kesalahan keputusan yang dibuat sejak lama.

"Saya tidak akan memperpanjang perang selamanya ini, dan saya tidak memperpanjang jalan keluar selamanya," katanya.

Biden berharap pidatonya menjadi kata terakhir setelah dua setengah minggu berjuang untuk meninggalkan negara itu. Pertanyaan tetap ada tentang kemungkinan ratusan orang Amerika yang tidak dievakuasi dan banyak lagi sekutu Afghanistan yang ingin pergi.

Artikel Asli