Puji Festival Seni Artjog Erick Pastikan BUMN Bisa Jadi Ekosistem Peningkatan Ekonomi Pekerja Kreatif

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 07:36
Puji Festival Seni Artjog Erick Pastikan BUMN Bisa Jadi Ekosistem Peningkatan Ekonomi Pekerja Kreatif

Kreativitas generasi muda yang tak berhenti di bidang seni selama pandemi Covid-19, menunjukkan semangat untuk terus maju dan beradaptasi atas segala kondisi.

Atas dasar itu, Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN harus siap berperan sebagai katalisator. Sekaligus menyiapkan ekosistem berkelanjutan untuk mendukung usaha, hasil karya, dan masa depan pekerja kreatif. Agar perekonomian di bidang seni terus berputar.

Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir saat menghadiri penutupan pameran seni, Artjog di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (31/8).

Festival seni yang berlangsung di Jogja National Museum sejak 8 Juli hingga 31 Agustus merupakan festival, pameran, dan pasar seni rupa kontemporer yang digelar setiap tahun sejak 2008.

"Di Artjog ini, saya menyaksikan banyaknya ide kreatif yang muncul. Semua luar biasa. Ini adalah kekuatan kita bersama sebagai bangsa Indonesia, yang setiap manusianya memiliki keistimewaan ide dan kreativitas seni," kata Erick.

"Jika Artjog bertahan di tengah pandemi dan melibatkan seniman lokal, saya pastikan BUMN yang punya peran strategis, siap membantu dan berkolaborasi agar perekonomian di bidang seni menjadi lebih baik," sambungnya.

Artjog edisi 2021 mengusung tema, Time (to) Wonder, yang bermaksud memaknai waktu sebagai konsep yang problematik dan bermakna jamak.

Sebanyak 41 seniman menampilkan karya dengan medium yang beragam mengenai ikhwal waktu, dalam keluasan spektrum pengertian para seniman yang tertuang melalui perspektif dan praktik artistiknya.

Artjog 2021 juga menggelar Young Artist Award (YAA) yang membuka ruang akses dan kesempatan bagi seniman muda peserta terbaik berusia di bawah 35 tahun.

Program ini dirancang sebagai wujud penghargaan dan apresiasi atas kiprah mereka dalam berkarya.

Tahun ini, sebanyak tiga dari sepuluh seniman muda peserta Artjogberhasil meraih penghargaan YAA, yaitu Bonggal Jordan Hutagalung (Yogyakarta), Nurrachmat Widyasena (Bandung), dan Suvi Wahyudianto (Madura).

Erick berpendapat, hasil dari Artjog dan pameran seni kreatif generasi muda ini membuktikan Indonesia bisa mengarah menjadi negara pop culture . Kekayaan potensi dan kreativitas anak-anak mudanya, harus disertai dengan pemahaman serta kemudahan bagi mereka untuk bisa berkembang.

"Di sinilah peran pemerintah dan BUMN untuk hadir memberi dukungan. Agar visi dan cita-cita menjadi pemimpin di bidang seni dan kreativitas dunia terwujud," tegas Erick. [HES]

Artikel Asli