Inspirasi Bisnis Kuliner Venji buat Kaum Milenial

Nasional | republika | Published at Rabu, 01 September 2021 - 07:38
Inspirasi Bisnis Kuliner Venji buat Kaum Milenial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Di usia yang masih terbilang belia, Venjii Hernando rasanya layak menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia. Inspirasi itu datang melalui kegigihannya membangun bisnis kuliner hingga ribuan outlet.

Peluang bisnis kuliner itu menarik karena untungnya dapat berkali lipat dari pada yang lain, kata pria kelahiran Jakarta, 29 Oktober 1984 ini dalam perbincangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/8).

Ikhtiar awalnya membangun bisnis food and baverage ini dimulai pada Oktober 2015. Ia memilih berusaha mandiri setelah selama sembilan tahun sempat bekerja di perusahaan orang lain. Terakhir itu jabatan saya sebagai direktur marketing, ujarnya.

Setelah menganalisis, Venjii kemudian membuka bisnis pertama yang diberi nama Pasta Kangen pada 2015. Awalnya, kata dia, menu khas Italia ini dijual di booth.

"Selepas berjalan enam bulan, lalu ada permintaan dari klien dan mitra kita untuk bikin di restoran atau ruko maka kami beranikan diri jual di restoran, ruko atau kedai," kata pemilik nama asli Hernando Yudha Setiawan ini.

Tak lama berselang, Venji pun mulai memberanikan diri untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Sulung dari dua bersaudara ini selanjutnya membuka enam bisnis kuliner lainnya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari Foodpedia, Foodbank, Tentang Kopi, Kopi dari Hati, Barberpedia dan Gorengan Bahagia.

"Di perjalanan sekarang itu kesuksesan Kopi dari Hati. Karena 6 bulan sudah ada 600 outlet. Itu kembali lagi sih kepercayaan dan produk kita unggul dari yang lain. Mungkin itulah penyebabnya ya," katanya.

Dalam membangun usahanya, Venji menyadari pentingnya menggaet artis ternama untuk dijadikannya sebagai brand ambassador. "Dwi Andhika jadi ambassador Tentang Kopi, Tora Sudiro Foodpedia, dan Gilang sempat jadi ambassador Pasta Kangen," jelasnya.

Di saat pandemi Covid-19 datang, Venji mengaku bisnis yang dibangunnya sempat juga mengalami dampak. Dari sekitar 1800 lebih outlet, kata dia, ada juga yang harus tutup. Tapi buat saya, apa yang dijalani sekarang ini Sudah menjadi pencapaian yang sangat membanggakan," katanya dengan penuh semangat.

Artikel Asli