Ledakan Kasus Covid Di AS Warning Buat Indonesia

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 07:10
Ledakan Kasus Covid Di AS Warning Buat Indonesia

Kasus harian Covid-19 di Amerika Serikat (AS) naik gila-gilaan dalam sepekan terakhir. Ini peringatan keras bagi Indonesia agar tetap waspada, tidak berpuas diri dan tetap mentaati protokol kesehatan (prokes).

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, jangan sampai ledakan kasus Covid-19 di AS terjadi di Tanah Air.

Kita tidak boleh meniru perilaku warga Amerika yang abai terhadap prokes karena mengira Corona sudah mau hilang, kata Rahmad dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Legislator PDIP ini menjelaskan, bila dilihat ke belakang, kasus Covid 19 di negara Paman Sam tersebut sempat melandai. Pada pertengahan Juni lalu, hanya 11 ribu kasus per hari.

Tapi pada minggu terakhir Agustus, kasus harian naik lebih 1.000 persen. Sementara vaksinasinya juga sudah mencapai 51 persen jumlah penduduk.

Menurut Rahmad, kejadian yang tejadi di Negeri Paman Sam ini tidak boleh dianggap sepele. Artinya, dalam seminggu ini, kasus yang sebelumnya 11 ribu naik jadi 160 ribu hingga 200 ribu per hari.

Masih menurut Rahmad, lonjakan kasus yang gila-gilaan di Amerika tersebut disebabkan anggapan bahwa Covid sudah menghilang, sehingga perilaku warga Amerika jadi keblablasan. Selain itu, kebijakan pemerintah membuat pelonggaran-pelonggaran ikut berkontribusi pada naiknya secara signifikan angka penderita Covid.

Karena tak ada kebijakan ketat, lanjut Rahmad, mobilitas masyarakat meningkat saat libur musim panas. Akibat pelonggaran itu, saat ini publik Amerika dihadapkan kecemasan yang luar biasa, katanya.

 

Jika melihat naik turun kasus Covid-19 di Amerika Serikat, kondisinya hampir mirip dengan yang terjadi di Indonesia.

Kasus harian Covid di Indonesia pada Juni lalu juga sempat meningkat tajam. Rumah sakit penuh, hingga banyak pasien yang harus dirawat di tenda-tenda. Oksigen dan obat-obatan pun jadi langka.

Saat ini angka penderita Covid-19 di Indonesia turun signifikan. Namun, masyarakat tidak boleh abai dan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Kita harus waspada, jangan sampai pelonggaran membuat kita abai prokes. Akibatnya bisa seperti di Amerika, terjadi lonjakan kasus yang signifikan sehingga ujung-ujungnya membahayakan fasilitas kesehatan, katanya.

Untuk itu, politisi asal Jawa Tengah ini mengimbau seluruh elemen masarakat saling mengingatkan, Covid masih ada.

Kita tidak boleh melonggarkan displin dan protokol kesehatan harus tetap kencang diikat pinggang hingga Covid itu benar-benar lemah, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga meminta Pemerintah Pusat senantiasa mempersiapkan infrastruktur kesehatan dengan baik agar pengalaman pahit sebelumnya, yakni obat-obatan sulit diperoleh, stok oksigen langka, tidak terulang lagi.

Dia tidak ingin, ledakan Covid-19 kembali terulang sehingga membuat perekonomian masyarakat ikut terpukul. [KAL]

Artikel Asli