Curah Hujan Mulai Meningkat, Pemda Lutra Lanjutkan Normalisasi Sungai Masamba

Nasional | bukamatanews | Published at Rabu, 01 September 2021 - 06:51
Curah Hujan Mulai Meningkat, Pemda Lutra Lanjutkan Normalisasi Sungai Masamba

LUTRA, BUKAMATA - Guna menanggulangi masalah banjir di Masamba, Pemerintah melakukan normalisasi di bagian kanan hulu jembatan Masamba.

Normalisasi dilakukan Pemda melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Selasa (31/8/2021).

Pengawas lapangan BBWSPJ, Fahruddin mengatakan normalisasi yang dilakukan berupa pengerukan sedimentasi hingga kedalaman 1 meter.

"Normalisasi ini bagian dari pekerjaan tanggul dan itu sudah dari dulu kita kerjakan, karena sekarang terjadi peninggian penambahan sedimentasi makanya hari ini kembali kita lakukan pengerukan," ucap Fahruddin.

"Pekerjaan ini belum optimal karena pengendalian sedimen di hulu berupa pembangunan Sabo Dam masih direncanakan akan dibangun tahun depan. Jadi pengerukan ini adalah pekerjaan sementara yang bisa kita lakukan agar air tidak meluap ke pemukiman warga,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUTRPKP2) Luwu Utara, Sri Rahayu menyampaikan, hasil pengerukan langsung dibawa ke tempat penampungan yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah dalam hal ini DPUTRPKP2 dan disetujui oleh balai.

"Untuk saat ini sudah ada lima disposal area yang disediakan pemerintah daerah, lahan pribadi masyarakat 4, lahan bandara 1," ungkap Sri.

Diakui Sri, sampai saat ini masih ada masyarakat yang mengajukan dan bersedia digunakan lahannya sebagai tempat penampungan sedimen.

"Tadi ada lagi yang mengajukan, besok baru kami buat rekomendasinya karena untuk penentuan disposal tidak bisa kami berikan rekomendasi begitu saja, karena terkait material yang tidak bisa dibawa keluar dalam jangka waktu tertentu karena akan diaudit untuk volume material yg ditampung," singkatnya.

Tak hanya balai, saat ini juga berlangsung pekerjaan berupa pengerukan di bagian hilir kanan setelah jembatan Masamba oleh DPUTRPKP2. Hanya saja hasil pengerukannya dimanfaatkan menjadi tanggul darurat yang berfungsi sebagai penghalang agar air sungai tidak meluap ke pemukiman warga dan ruas jalan Masamba saat hujan deras melanda.

Sebagai informasi berdasarkan hasil identifikasi dari Lembaga Kajian Kebencanaan Universitas Hasanuddin disebutkan bahwa total estimasi sedimentasi banjir bandang di tiga sungai pascabanjir di Luwu Utara pada 13 Juli 2020 lalu sebesar 222.476.966 m.

Rinciannya adalah sungai Rongkong 136.838.603 m, sungai Masamba 55.131.761,29 m, dan sungai Radda 9.141.608 m. (IP/Rn)

Artikel Asli