Dukung PTM, DKI Operasikan 70 Bus Sekolah Ingat, Siswa Nggak Boleh Ngobrol, Makan Dan Minum

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 06:45
Dukung PTM, DKI Operasikan 70 Bus Sekolah Ingat, Siswa Nggak Boleh Ngobrol, Makan Dan Minum

Untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoperasikan 70 bus sekolah. Layanan ini diharapkan bisa meminimalisir potensi penularan Covid-19.

PTM hari pertama Senin (30/8), berjalan lancar. Proses belajar mengajar di 610 sekolah menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Seluruh siswa mengenakan masker berlapis dua, face shield , dan membawa hand sanitizer . Selain itu, dilakukan pemeriksaan suhu terhadap seluruh siswa sebelum masuk ke sekolah. Serta, pengaturan jarak antar kursi siswa.

Namun, ada sejumlah orangtua masih khawatir terhadap potensi penularan virus Corona saat perjalanan menuju ke sekolah dan pulang ke rumah. Akhirnya, ada orangtua memilih melakukan antar jemput dengan kendaraan pribadi. Sebab, kalau naik angkutan umum, berpotensi tertutar Covid-19.

Naik ojek online pun belum saya izinkan. Lebih baik diantar saya atau kakaknya. Kalau orang rumah sendiri kan nggak begitu khawatir, kata Ina, orangtua siswa SMKN 32, Tebet, Jakarta Selatan.

Meski begitu, ada juga siswa yang memanfaatkan ojek online . Dia mengaku, lebih nyaman naik ojek online ketimbang naik angkutan umum. Biar nggak mampir-mampir juga. Langsung pulang ke rumah, ujar siswa yang tidak mau menyebutkan namanya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah penjemput menunggu di depan gerbang masuk SMKN 32. Bagi siswa yang pakai ojek online , mereka menunggu di dalam sekolah. Saat pengemudinya datang, siswa baru keluar dan meninggalkan sekolah.

Siapkan Bus Sekolah

Pemprov DKI sebetulnya menyiapkan bus sekolah untuk mendukung kegiatan PTM. Akun Twitter Suku Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Jakarta Utara, @KominfotikJU membagikan sejumlah foto bus sekolah tengah menaikkan dan menurunkan siswa di sekolah-sekolah yang menggelar PTM terbatas di Jakarta Utara.

Sebanyak 16 unit bus sekolah tersedia selama PTM Terbatas di Jakarta Utara. Untuk dapat menaikinya, siswa wajib mengikuti aturan yang berlaku selama di dalam bus, tulis akun ini.

Akun ini juga mengunggah kegiatan pelaksanaan prokes. Petugas memeriksa suhu siswa yang hendak naik bus. Kemudian, penerapan jaga jarak di dalam bus.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI, Ali Murthadho mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya mengoperasikan 70 unit bus sekolah gratis. Bus itu melayani 20 rute reguler dan 13 rute zonasi.

Bus tersebut bersiaga di titik keberangkatan dengan menyesuaikan waktu pembelajaran, ungkap Ali dalam keterangannya kepada wartawan, kemarin.

Ali memaparkan, kapasitas bus sekolah dibatasi hanya 50 persen. Setiap bus maksimal berisi 15 penumpang. Ditegaskannya, prokes dijalankan dengan ketat di dalam bus. Setiap penumpang wajib menggunakan masker, membersihkan tangan dengan hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh.

Siswa nggak boleh ngobrol atau makan dan minum. Setiap bus akan diawaki dua petugas yang akan memantau siswa agar taat protokol kesehatan, tegasnya.

Bus sekolah yang beroperasi di seluruh wilayah DKI Jakarta terdiri dari tipe bus sedang dan kecil. Di antaranya, di Jakarta Utara, untuk bus sekolah sedang terdiri dari rute Plumpang-Sunter-Kemayoran (rute dua). Lalu rute Cilincing-Plumpang-Perintis Kemerdekaan (rute sembilan), rute Rusun Muara Baru Pluit-Grogol (rute enam belas), dan rute Rusun Muara Baru Pluit-Bandengan Muara Angke atau Kali Adem (rute tujuh belas).

Sedangkan tipe bus sekolah kecil terdiri dari rute Rorotan-Marunda (zonasi sembilan), rute Rusunawa Marunda-Cilincing (zonasi sepuluh), rute Rusun Kapuk Muara-Jembatan Lima-Cideng (zonasi sebelas), dan rute Rusun Rawa Bebek-Rorotan (zonasi 12).

Setiap rute kami sediakan dua unit bus. Semoga layanan bus sekolah bermanfaat bagi siswa, harapnya.

Ali menambahkan, UPT Bus Sekolah DKI Jakarta memiliki 176 armada yang siap dioperasionalkan apabila dibutuhkan lebih banyak. Ada beberapa bus yang masih kita perbantukan untuk evakuasi pasien Covid-19 dan untuk vaksinasi keliling.Termasuk transportasi tenaga kesehatan, ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pihaknya berupaya membuat semua siswa nyaman dan aman saat pemberlakuan PTM.

Alhamdulillah untuk awal ini tak ada kendala yang berarti karena sudah uji coba sebelumnya, klaim Riza di Balai Kota, kemarin.

Riza mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam PTM di seluruh jenjang Pendidikan. Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan PTM secara bertahap hingga Januari tahun depan. Dengan catatan, pelaksanaan PTM berjalan dengan disiplin dan optimal.

Mudah-mudahan nanti di awal Januari semua sekolah yang sudah melaksanakannya, ujarnya.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah menambahkan, jumlah sekolah yang akan menggelar PTM akan bertambah secara bertahap mulai September 2021. Kami sudah mendata 1.500 sekolah. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan wajib sudah vaksinasi untuk melaksanakan PTM, pungkasnya. [FAQ]

Artikel Asli