Jokowi Dorong Sektor Konsumsi Ke Produksi ISEI Punya 4 Jurus Pulihkan Ekonomi

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 06:30
Jokowi Dorong Sektor Konsumsi Ke Produksi ISEI Punya 4 Jurus Pulihkan Ekonomi

Presiden Jokowi mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Salah satunya, mengubah ketergantungan ekonomi dari sektor konsumsi ke sektor produksi.

Jokowi mengakui, saat ini pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan motor penggerak perekonomian sebelum terjadi krisis. Karena itu, pemerintah harus melihat peluang lainnya untuk terus mendorong perekonomian.

Kita harus mampu mengubah ketergantungan pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi ditransformasikan ke sektor produksi, ujar Jokowi dalam Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI dan Seminar Nasional 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, kemarin.

Jokowi mencontohkan, transformasi di sektor industri telah dilakukan dengan hilirisasi komoditas nikel yang akan diolah menjadi komoditas jadi bernilai tambah. Seperti baterai litium.

Semua komoditas yang ada didorong untuk hilirisasi dan industrialisasi. Misalnya, nikel dalam 3 tahun sampai 4 tahun akan berubah menjadi barang jadi, lithium baterai, baterai listrik, baterai mobil listrik, ucap Jokowi.

Selain nikel, eks Wali Kota Solo itu juga meminta hilirisasi komoditas tambang seperti bauksit dan komoditas perkebunan. Seperti kelapa sawit, harus diolah untuk menghasilkan barang bernilai tambah.

Selain itu, Jokowi juga mendorong percepatan transformasi di sektor pertanian yang menyentuh aspek hulu hingga hilir. Produksi komoditas pertanian harus diversifikasi, serta kelembagaan petani dengan model klaster, juga harus diperkuat.

Menurutnya, badan usaha milik petani, koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) harus selalu dikembangkan.

Nilai tambah komoditas pertanian pascapanen harus ditingkatkan, serta aspek pemasaran diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri, ujar Jokowi.

Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian, dia juga menekankan pemerintah konsisten melakukan transformasi struktural.

Ini untuk menciptakan iklim investasi yang semakin menarik dan lebih mudah melalui Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

Mantan Gubernur DKIJakarta ini menekankan, upaya sinergi dari seluruh pihak adalah kunci upaya transformasi ekonomi nasional. Sinergi antara berbagai pihak sangat dibutuhkan karena tantangan transformasi ekonomi sangat kompleks.

Jokowi juga berharap, kasus positif Covid-19 bisa dikendalikan sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan. Dan, perekonomian bisa tumbuh di batas atas hingga akhir tahun.

Ketua Umum ISEI yang juga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada empat jurus konkret ISEIuntuk membantu pemulihan ekonomi.

Pertama, penguatan strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kedua, pemulihan yang masih perlu didorong melalui fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan, memajukan ekonomi dan pertanian. Serta terus berupaya membangun ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja dalam kaitan ini.

Ketiga, mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung konektivitas secara fisik dan digital, pembangunan ekonomi kreatif kewirausahaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Keempat, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, maupun di bidang-bidang lainnya. Seperti pendidikan, kesehatan, sosial, secara menyeluruh melalui digitalisasi sistem pembayaran Bank Indonesia. Dan, terus mendorong akselerasi ekonomi keuangan digital secara nasional.

Perlu dukungan untuk mendorong digitalisasi di sektor riil, khususnya di pertanian, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), jasa-jasa, ekonomi kerakyatan. Dan, pengembangan startup berbagai sektor di tingkat lokal maupun nasional, jelas Perry. [KPJ]

Artikel Asli