Tanda Seseorang Terinfeksi Varian Delta Covid-19

Nasional | republika | Published at Rabu, 01 September 2021 - 05:59
Tanda Seseorang Terinfeksi Varian Delta Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Varian Delta Covid-19 dikenal lebih menular dan berbahaya. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyusun dokumen yang menunjukan tanda dan gejala infeksi terutama varian Delta agar tumbuh kesadaran sejak awal bagi setiap orang.

Gejala Delta sebenarnya hampir sama dengan Covid-19 secara umum, namun cenderung lebih cepat membuat sakit, terutama untuk orang berusia lebih muda. Penelitian terbaru menemukan varian Delta tumbuh lebih cepat dan jauh lebih banyak di saluran pernapasan," kata para dokter di UC Davis.

Berikut sembilan kondisi yang menunjukan seseroang memiliki tanda-tanda infeksi virus termasuk varian Delta seperti dilansir di Eat This Not That pada Rabu (1/9):

1. Demam atau menggigil

Demam adalah respons kekebalan tubuh yang bekerja untuk melawan infeksi. Kondisi ini merupakan garis pertahanan pertama.

Jika Anda memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, cukup untuk menganggap Anda sakit dan lebih aman untuk menganggap Anda memiliki Covid-19 sampai Anda diuji dan terbukti sebaliknya, terutama jika disertai dengan gejala lainnya

2. Sakit tenggorokan atau batuk

Tenggorokan gatal, bengkak atau batuk, biasanya kering juga bisa menjadi gejala utama Covid-19. Sakit tenggorokan terkait Covid-19 cenderung relatif ringan dan berlangsung tidak lebih dari lima hari. Sakit tenggorokan yang sangat menyakitkan yang berlangsung lebih dari lima hari mungkin disebabkan hal lain seperti infeksi bakteri. Jangan takut untuk menghubungi dokter sesegeea mungkin jika masalah berlanjut.

3. Energi rendah atau kelelahan

Ketika tubuh melawan penyakit, biasanya akan terasa lelah dan menguras energi. Istirahatkan dan perhatikan apakah energi Anda kembali atau tidak. Kurangnya energi, atau kelelahan dalam jangka panjang, mungkin merupakan indikator kronis dari sindrom yang disebut long Covid .

4. Sakit kepala

Sebuah studi baru saja keluar terkait sakit kepala di Journal of Headache and Pain. "Sakit kepala primer memburuk setelah Covid-19," kata para peneliti. Sakit kepala yang terkait dengan Covid-19 parah, hadir sebagai fenotipe migrain. Pasien laki-laki muda dengan Covid-19 cenderung mengalami sakit kepala yang lebih buruk.

5. Mual

Masalah gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare juga diketahui bisa disebabkan Covid-19 selain penyakit pernapasan. Jelas bahwa tidak hanya paru-paru, saluran pencernaan juga dapat diserang oleh SARS-CoV-2. Reseptor inangnya angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2), yang bertindak sebagai pintu gerbang infeksi, telah ditemukan.

6. Kehilangan penciuman

Disfungsi penciuman menjadi tanda umum dan merupakan gejala pertama dari infeksi Covid-19. Oleh karena itu, orang perlu mengisolasi diri dan melakukan tes Covid-19 jika memungkinkan.

Kondisi ini juga umum terjadi pada penyakit saluran pernapasan atas akibat virus lainnya, seperti penyakit saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus atau pilek, tetapi jarang merupakan satu-satunya atau gejala pertama dalam kasus tersebut, menurut Mayo Clinic.

7. Kehilangan rasa

Hilangnya penciuman dan rasa juga dapat mempengaruhi kesehatan, sehingga menyebabkan nafsu makan buruk dan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. "Bahkan ini dapat menimbulkan ancaman eksistensial, dengan menempatkan orang pada risiko dalam mendeteksi kebakaran, kebocoran gas, atau makanan busuk," jelas Harvard Health.

8. Pilek biasa bagi yang sudah divaksinasi

Bagi orang yang telah divaksinasi, biasanya hanya mengalami gejala sangat ringan saat tertular varian Delta. Gejala mereka lebih mirip flu biasa, seperti batuk, demam, atau sakit kepala, dengan tambahan kehilangan penciuman yang signifikan.

9. Gejala long Covid

Pakar penyakit menular sekaligus kepala penasihat medis presiden, dr Anthony Fauci, telah lama memperingatkan, orang-orang yang tampaknya pulih namun beberapa pekan kemudian merasa lemah, lelah, lesu, dan sesak napas, boleh jadi mengalami sindrom long Covid . Solusi dalam menghadapi pandemi tentunya segera dapatkan vaksin, bila belum, tetap terapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Artikel Asli