Demi Keterbukaan, Kades Puspahiang Adakan Musyawarah Dalam Setiap Perencanaan Pembangunan

Nasional | mandalapos.co.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 02:07
Demi Keterbukaan, Kades Puspahiang Adakan Musyawarah Dalam Setiap Perencanaan Pembangunan

Mandalapos.co.id, Tasikmalaya- Kepala Desa Puspahiang, Totong Sukmara, menggelar musyawarah terkait teknis pembangunan yang bersumber dari anggaran baik itu Dana Desa, Bantuan Keuangan (Bankeu), dan Bantuan Provinsi, Selasa(31/8).

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), BPD, Bumdes, Ketua RW, dan Tokoh Masyarakat, Desa pushiang, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya.

Ditemui mandalapos usai kegiatan itu, Kepala Desa Puspahiang, Totong Sukmara, mengatakan tujuannya melakukan musyawarah demi keterbukaan informasi dan menjalin kekompakan dalam pembangunan di desa.

Biar mereka paham, biar tahu, bahwa anggaran desa memang ada, tetapi tak serta merta hanya kades memutuskan, ada lembaga yang juga harus diajak musyawarah untuk pembangunan ini, sebut Totong.

Diterangkannya, sebagai penanggung jawab anggaran desa, Kades juga melibatkan perwakilan di lapangan yakni bagian kesra. Kemudian, bagian kesra tersebut akan bekerjasama dengan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM).

Selain itu disana ada Bumdes, untuk belanja kita libatkan Bumdes sebagai lembaga usaha di desa, dan BPD sebagai pengawasan. Karena saya mau bikin performa baru di Puspahiang seperti itu, jadi kalau ada pembangunan kita musyawarahkan sesuai legislasi (aturan) yang bener lah, ungkapnya.

Adapun kegiatan pembangunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni bersumber dari bantuan keuangan dari aspirasi anggota legislatif Partai Golkar sebesar Rp40 Juta.

Anggaran tersebut akan diperuntukan untuk membangun jalan setapak di RT 19 kedusunan puspahiang, dengan panjang jalan 280 meter dan lebar 1,2 meter.

Pelaksananya PPKD bekerjasama LPM dan bumdes, ucap Totong.

Sementara itu, untuk Dana Desa disebutkan Totong sesuai instruksi pemerintah pusat, diperuntukan Program BLT, PPKM, SDGs (rencana aksi mengurangi kemiskinan), stunting, kesehatan dan lainnya.

Sisanya itu, tahap II dipergunakan untuk pengembangan area wisata di pasir sereh. Tahap I kemarin untuk pembangunan gedung bumdes, ungkapnya.

Kedepan, Totong pun menginginkan dalam pembangunan di Desa Puspahiang seluruh elemen desa dan masyarakat bisa saling bersinergi sehingga tak ada lagi miss komunikasi.

***Yahya

Artikel Asli