PUEBI Lebih Disempurnakan

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 01 September 2021 - 01:06
PUEBI Lebih Disempurnakan

JAKARTA - Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) lebih disempurnakan untuk merespons perubahan-perubahan penggunaan di masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, E Aminudin Aziz, Selasa (31/8).

Sejak 2015 PUEBI berlaku, sudah ada sedikit penyempurnaan yang diterbitkan pada tgl 28 Juli 2021. Dia menjelaskan, penyempurnaan PUEBI diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Tahun 2021 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Aminudin mengatakan, sedikitnya ada empat urgensi penyempurnaan PUEBI. Pertama, mempertahankan dan memperkuat daya hidup bahasa Indonesia. Kedua, meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia. Ketiga, lanjut dia, meningkatkan daya guna bahasa Indonesia bagi penuturnya. Keempat, meningkatkan daya cipta serta daya dorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri untuk menyerap istilah-istilah dan penggunaannya dalam bahasa Indonesia," katanya.

Belum Drastis

Aminudin menekankan, penyempurnaan PUEBI ini perubahannya belum drastis seperti perubahan satu ejaan ke ejaan lain. Sebab secara keilmuan dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan bahasa sudah lebih mapan.

Dia mencontohkan, salah satu perubahannya yaitu kata sowan dalam PUEBI tahun 2015 masih harus ditulis miring sebab belum menjadi bahasa Indonesia yang terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata tersebut dalam PUEBI terbaru sudah tidak perlu dimiringkan sebab secara makna sudah termuat dalam KBBI.

"Setelah lima tahun ada perubahan-perubahan dan sudah nyaman. Secara keilmuan sudah bisa tetap seperti itu kita tetapkan," katanya. Aminudin menyebut, secara persentase pun perubahan PUEBI masih kecil. Masyarakat juga terlibat memberikan rekomendasi-rekomendasi melalui proses urun daya.

Dia menekankan, setiap perubahan harus ditetapkan. Ini menghindari terjadinya selisih paham dan salah pengertian untuk pihak-pihak yang sangat berkepentingan. Sekarang dia ingin lebih responsif. Jadi kalau ada perubahan-perubahan di masyarakat ditampung.

Artikel Asli