Loading...
Loading…
Jokowi Tinjau Vaksinasi Door to Door Yang Digelar BIN

Jokowi Tinjau Vaksinasi Door to Door Yang Digelar BIN

Nasional | radarjogja | Selasa, 31 Agustus 2021 - 12:46

RADAR JOGJA Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung vaksinasi massal pelajar dan Door to Door di 4 lokasi dalam wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN). Saat ini, BIN melaksanakan vaksinasi dan pembagian bansos serta vitamin secara serentak di 10 provinsi.

Jika semua pelajar sudah divaksin, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. Terpenting jangan lupa selalu pakai masker, ujar Presiden RI, Joko Widodo, di Kuningan, Selasa (31/8).

Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn), Budi Gunawan menjelaskan kegiatan vaksinasi ini merupakan lanjutan vaksinasi kepada pelajar dan masyarakat secara Door to Door (DTD) serentak di 10 Provinsi, yaitu Banten, Jabar, Jateng, DIJ, Jatim, Sumut, Sumbar, Riau, Kaltim, dan Sulsel.

Target peserta vaksinasi untuk Jawa Barat sebanyak 10.000 vaksin dari Mabes BIN. Sedangkan total target sasaran peserta vaksinasi 30-31 Agustus 2021 sebanyak 57.700 orang. Khusus untuk Jawa Barat total sebanyak 10.000 orang. Selain itu, juga turut dibagikan bansos dan vitamin untuk warga masyarakat.

BIN menggelar vaksinasi pelajar. Sebab, para pelajar merupakan calon penerus bangsa dan negara. Sehingga vaksinasi terhadap anak-anak pelajar ini masih menjadi prioritas dan penting sekali, ucap Budi Gunawan di Kuningan, Jawa Barat.

Baca Juga :
Presiden Sambut Positif Vaksinasi Pintu ke Pintu oleh BIN

Budi menambahkan alasan BIN mengadakan vaksinasi secara Door to Door ini sangat efektif lantaran mampu menjangkau warga yang tinggal di pelosok-pelosok.

Vaksinasi secara Door to Door ini sangat efektif karena menjangkau masyarakat yang tinggal di perumahan-perumahan padat penduduk, bahkan yang tinggal di daerah-daerah pelosok, kata dia.

Lebih lanjut, Budi Gunawan juga memastikan pihaknya akan mengadakan vaksinasi lanjutan di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus virus Corona. Bahkan, beberapa di antaranya termasuk zona hitam penularan Covod-19. Kita pastikan spot-spot ini kita pilih karena lonjakan angka positif ratenya cukup tinggi dan sudah menjadi zona hitam atau merah, tutur Budi Gunawan. (om5/sky)

Original Source

Topik Menarik