Loading...
Loading…
Aplikasi neo+ Transformasi Bank Neo Commerce Terapkan Sistem Digital

Aplikasi neo+ Transformasi Bank Neo Commerce Terapkan Sistem Digital

Nasional | jawapos | Senin, 30 Agustus 2021 - 11:53

JawaPos.com Era digital seperti saat ini banyak dimanfaatkan di berbagai lini usaha, termasuk dikalangan perbankan. Selain memberikan rasa aman dan kemudahan transaksi, juga salah satu edukasi dalam hal melek teknologi.

Hal ini juga dilakukan PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) yang mencatatkan perkembangannya sebagai pelopor bank digital di Indonesia dalam satu tahun terakhir. Ini terlihat dalam pencapaian Laporan Keuangan Semester I tahun 2021.

Setelah melakukan soft launching aplikasi bank digitalnya pada Maret 2021, Bank Neo Commerce semakin serius dalam melakukan investasi di berbagai lini, terutama di infrastruktur teknologi untuk bisa menawarkan berbagai inovasi digital sebagai bentuk keseriusan menjadi bank digital terdepan di Indonesia.

Perlu dicatat, bahwa kenaikan tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Aplikasi Digital BNC bernama neo+, sekarang ini telah diunduh sebanyak lebih dari lima juta di Google Play Store dan satu juta unduhan di Apple Store per Agustus 2021.

Dalam hal ini, BNC melalui keberadaan aplikasi digitalnya telah mencatat pertumbuhan nasabah baru dari digital (new digital user growth) yang signifikan selama beberapa bulan sejak diluncurkan di Maret 2021.

Fenomena tersebut disebabkan oleh minat masyarakat yang mulai tinggi akan bank digital dan tentunya juga besarnya animo nasabah baru akan produk dan layanan perbankan yang ditawarkan BNC.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, BNC aktif melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus BNC bangun secara serius.

Sejak awal tahun 2021, kami juga sangat serius membangun kultur perusahaan yang kredibel, luwes, dan nyaman. Dengan semangat Banking, Above and Beyond, kami ingin membangun bank digital yang lebih dari sekadar bank, tapi lebih dari itu yang tercermin melalui layanan dan produk perbankan kami yang inovatif. ungkap Tjandra.

Faktor lainnya adalah dalam pengembangan menjadi bank digital, dan sejalan dengan nilai inti dari perusahaan melalui nilai Always Neo, BNC juga harus membekali diri dengan talenta-talenta baru yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan yang ahli di bidangnya.

Di semester I, salah satu fokus kami adalah merekrut talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Kami mengubah mindset kami yang sebelumnya bank konvensional selama puluhan tahun, menjadi bank digital yang luwes, adaptif, dan inovatif, dan hal tersebut harus tercermin melalui sumber daya manusia yang kami miliki, jelas Tjandra.

BNC mencatat pertumbuhan signifikan di semester I 2021 yang ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan yang ditawarkan BNC.

Kami bersyukur, kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan kami meningkat pesat, hingga kini sudah lebih dari enam juta pengguna yang sudah merasakan layanan bank digital yang kami tawarkan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang kami lakukan, utamanya melalui berbagai kampanye promosi dan edukasi akan bank digital, tambah Tjandra.

Kami bisa membuat BNC menjadi bank digital yang didukung dengan teknologi dan keamanan yang mumpuni, ujarnya.

Dalam laporan keuangan semester I, BNC tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 3,8 triliun per posisi Juni 2021 atau meningkat lebih dari 30% dibandingkan Juni 2020 yang sebesar Rp 2,9 triliun.

Peningkatan ini tentunya berimbas pada kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) sebesar 42% atau setara dengan Rp40 miliar, dari Rp96 miliar di periode Juni 2020 menjadi Rp136 miliar di Juni 2021.

Di sisi Aset juga terdapat kenaikan yang signifikan, sebesar 75%, dari Rp4 triliun di Juni 2020 menjadi Rp7 triliun di Juni 2021. Kenaikan di sisi Aset dimotori kenaikan signifikan di sisi perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK).

DPK di Juni 2021 tercatat sebesar Rp5,1 triliun, meningkat sedikitnya 70% dibandingkan perolehan di Juni 2020 yang sebesar Rp3 triliun. Hal ini membuktikan bahwa BNC semakin dipercaya oleh masyarakat.

Investasi dalam teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia dan juga biaya promosi serta akuisisi nasabah baru (user acquistion cost) menjadi sesuatu yang tak terelakkan, pungkasnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{