Loading...
Loading…
Pemkot Surabaya Sudah Cetak 319.338 Kartu Identitas Anak

Pemkot Surabaya Sudah Cetak 319.338 Kartu Identitas Anak

Nasional | jawapos | Selasa, 24 Agustus 2021 - 12:37

JawaPos .com Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) Pemkot Surabaya terus mempercepat pencetakan dan distribusi kartu identitas anak (KIA). Data hingga kemarin, instansi yang bermarkas di Mal Pelayanan Publik Siola itu sudah mencetak 319.338 keping KIA. Progresnya mencapai 41,57 persen dari total kebutuhan 768.210 keping.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji optimistis sampai akhir tahun ini bisa mencetak sedikitnya 50 persen dari total kebutuhan. Tahun ini kami ingin cetak lebih banyak dari 2020, kata Agus, Senini (23/8).

Dispendukcapil mencetak 190.573 keping KIA sepanjang 2020. Jumlah itu setara dengan 24,29 persen dari total kebutuhan. Semua sumber daya akan kami optimalkan di tengah keterbatasan ini, ujarnya.

Pekerjaan dispendukcapil tidak hanya selesai sampai tahap pencetakan. Tapi, juga distribusi ke masyarakat. Nah, sejauh ini masih banyak KIA yang belum diambil. Sebagian masih tersimpan di sekolah untuk anak-anak usia sekolah. Tapi, sebagian besar berada di kantor-kantor kelurahan untuk anak usia 15 tahun. Sebagian lagi sudah dibagikan kepada petugas di tingkat RT/RW untuk diserahkan kepada orang tua anak. Memang banyak yang belum diambil, aku Agus.

Dalam kondisi PPKM level 4 saat ini, proses distribusi menjadi persoalan. Apalagi sasarannya para siswa. Kondisi sekolah yang masih menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat pihak sekolah tidak bisa mendistribusikan KIA kepada anak didiknya.

Nah, dispendukcapil pun menyiapkan petugas khusus. Mereka berkoordinasi dengan sekolah agar bisa membagikan KIA kepada siswa yang bersangkutan. Proses ini sedang jalan. Karena petugas kami juga sangat terbatas, sambungnya.

Dispendukcapil sangat berkepentingan dengan KIA. Sebagaimana e-KTP, dokumen kependudukan tersebut berfungsi sebagai kartu tanda pengenal atau bukti diri anak yang sah. Dokumen itu bisa digunakan untuk mendata jumlah anak sekaligus menjaga agar hak-hak anak bisa terlindungi. Dokumen tersebut juga wujud pemenuhan hak konstitusional anak sebagai warga Kota Surabaya. Suatu kabupaten/kota bisa disebut sebagai daerah layak anak dilihat dari jumlah KIA yang tercetak dan diterima oleh anak-anak.

Selain sebagai kartu identitas anak, KIA juga befungsi untuk sejumlah kebutuhan. Di antaranya, bisa digunakan saat pendaftaran sekolah. Juga membuat dokumen keimigrasian, transaksi keuangan di perbankan, pelayanan kesehatan, hingga mencegah terjadinya perdagangan anak.

Original Source

Topik Menarik

{