Loading...
Loading…
10 Kapanewon Minta Bantuan Air Bersih

10 Kapanewon Minta Bantuan Air Bersih

Nasional | radarjogja | Selasa, 24 Agustus 2021 - 12:19

RADAR JOGJA Sebagian besar wilayah kapanewon di Gunungkidul belum terbebas dari persoalan air bersih. Hanya dua kapanewon dinyatakan terbebas dari masalah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, lebih dari 692 tangki air bersih telah disalurkan ke masyarakat terdampak kekeringan. Droping air sendiri telah dimulai sejak pertengahan Juni.Tahun ini kami menargetkan bantuan air bersih sebanyak 2.200 tangki, kata Edy Basuki saat dihubungi Senin (23/8).

Dari total 18 kapanewon, hanya Kapanewon Karangmojo dan Playen menjadi wilayah terbebas dari masalah kekeringan. Sementara total ada sekitar 127.404 jiwa berpotensi mengalami krisis air kemarau tahun ini.Sejauh ini sepuluh kapanewon secara resmi mengajukan bantuan air bersih, ujarnya.

Meliputi, Kapanewon Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Panggang, Semin, Wonosari, Patuk dan Kapanewon Saptosari. Dia berharap pos anggaran droping sebesar Rp 700 juta mencukupi. Teknis droping kami menyiapkan lima armada tangki pengangkut air dibantu dengan lima unit mesin pompa, ucapnya.

Menurutnya, penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan BPBD. Sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran sendiri sehingga bisa melaksanakan droping secara mandiri.Namun karena tidak mencukupi tetap saja meminta bantuan ke BPBD.Upaya koordinasi sudah dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan ke masyarakat, terangnya.

Sementara itu,Panewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan, wilayahnya menjadi langganan krisis air saat kemarau. Upaya droping secara mandiri sudah dilakukan. Namun karena tidak mencukupi terpaksa minta bantuan pemkab.Karena masih dalam situasi pandemi, penyaluran droping air tidak mengesampingkan protokol kesehatan (prokes), kata Arif Yahya.

Terpisah, Lurah Ngloro Kapanewon Saptosari, Heri Yuliyanto mengatakan, selain menunggu bantuan pemerintah warga berinisiatif membeli secara mandiri. Satu tangki Rp 150 ribu rupiah sampai dengan Rp 175 ribu rupiah, disesuaikan jauh dekat lokasi.Jadi, biaya kirim mandiri bisa bertambah jika lokasinya sulit dijangkau, kata Jeri Yulianto. (gun/pra)

Original Source

Topik Menarik