Loading...
Loading…
Terima Paket Sabu dari Malaysia, Warga Sweta Langsung Diringkus Polisi

Terima Paket Sabu dari Malaysia, Warga Sweta Langsung Diringkus Polisi

Nasional | lombokpost | Selasa, 24 Agustus 2021 - 10:00

MATARAM -Sabu asal Malaysia kembali masuk NTB melalui jasa pengiriman barang. Untungnya barang haram tersebut belum sempat beredar.

Sang pemesan berinisial IGPD pun berhasil ditangkap polisi. Pria 30 tahun itu langsung diringkus tim Ditresnarkoba Polda NTB begitu menerima paket berisi sabu di rumahnya BTN Sweta, Mataram, Senin (23/8).

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf menuturkan, pengungkapan kasus penyelundupan sabu dari Malaysia itu berawal dari informasi masyarakat. Paket berisi sabu dikirim melalui jasa pengiriman barang. Saya perintahkan tim untuk mengecek paket tersebut. Setelah dibuka memang berisi sabu, kata Helmi.

Paket tersebut diketahui tiba di Mataram sejak Jumat (20/8) lalu. Sejak itu, polisi melakukan pemantauan. Tetapi pemesannya enggan mengambilnya, jelasnya.

Selanjutnya polisi berkoordinasi dengan perusahaan jasa pengiriman barang. Nama penerima yang tertera di paket tersebut dihubungi via telepon. Pemesannya bersedia diantarkan ke rumahnya, bebernya.

Saat petugas jasa pengiriman barang mengantar paket tersebut, polisi membuntuti dari belakang. Saat IGPD menerima paket tersebut, polisi langsung meringkusnya. Dari penggeledahan ditemukan dua paket sabu. Berat bruto-nya 51,66 gram, terangnya.

Usai menggeledah badan, polisi menggeledah rumah IGPD. Di kamarnya ditemukan bong dan skop sabu, lima plastik klip kosong bekas poketan sabu, dan kompor sabu. Dari barang bukti yang ditemukan di rumah pemesan sabu itu kuat dugaan dia sebagai pemesan. Ciri-ciri pemesan juga mirip dengan wajahnya, terangnya.

Saat ini, tim masih melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan IGPD. Nanti kita sampaikan perkembangan berdasarkan situasi di lapangan, kata Helmi.

Mantan Dirreskrimsus Polda Kaltara ini pun mengapresiasi timnya yang bekerja di lapangan. Menurutnya, mereka sabar dan gigih untuk mengungkap kasus tersebut. Menunggu penjemput paket berisi sabu hingga dipastikan paket sabu itu diterima pemesannya.

Kini IGPD masih ditahan. Dia dijerat pasal 114 dan atau pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuma 20 tahun penjara. (arl/r1)

Original Source

Topik Menarik

{