Loading...
Loading…
Jabodetabek Belum Boleh Pembelajaran Tatap Muka 1,5 Tahun Belajar Online Murid Kangen Sekolahan

Jabodetabek Belum Boleh Pembelajaran Tatap Muka 1,5 Tahun Belajar Online Murid Kangen Sekolahan

Nasional | rm.id | Selasa, 24 Agustus 2021 - 06:14

Sekolah di wilayah Jabodetabek masih harus dilakukan secara online . Kecuali untuk daerah yang masuk kategori level 3 dan 2 dengan risiko rendah, boleh sekolah tatap muka terbatas.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sehingga, kegiatan belajar mengajar 100 persen masih dilakukan daring.

Sekali pun siswa dan guru di wilayah Jabodetabek sudah melakukan vaksinasi, kegiatan belajar mengajar tetap disesuaikan dengan aturan PPKM level 4, katanya.

Menurut Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini, pembelajaran tatap muka di Jabodetabek bisa dilakukan jika kondisi kasus lebih terkendali. Dengan indikasi, terjadi penurunan level dan zona risiko lebih terkendali.

Bagi daerah di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali yang masuk PPKM level 3 dan 2 dengan zona risiko hijau dan kuning, dapat melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas, kata Wiku.

Netizen rada-rada kecewa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jabodetabek dilarang. Sebelumnya, pemerintah pernah akan membuka sekolah di awal tahun 2021 dan awal tahun pelajaran.

Seperti sekolah, tahun kemarin katanya mau masuk, sampai ganti tahun juga nggak dibuka dan nggak boleh masuk, keluh @antijelimet .

Senada dilontarkan @taikeli . Dia meminta pemerintah mempertimbangkan perpanjangan PPKM level 4 supaya tidak dilakukan terus-menerus. Terutama berdampak pada pendidikan anak-anak sekolah. Seperti libur sekolah yang awalnya 2 minggu jadi 2 tahun, sindirnya.

Akun @bluecloude menimpali. Dia tidak yakin bakal ada PTM dalam waktu dekat. Kecuali, kasus di Jakarta dan sekitarnya turun drastis.

Sekolah baik PPKM level 3 dan level 4 tetap menerapkan sistem online atau daring, ujar @legaktalk_id .

Menurut @wahyu , sekolah online bukan sekolah sungguhan. Pembelajaran tidak efektif. Faktanya, siswa yang datang ke sekolah saja masih banyak yang belum terdidik.

Apalagi yang cuma memandangi handphone saja, kata dia. Benar-benar generasi ini kasihan, sudah 1,5 tahun sekolah online, kehilangan masa-masa yang tidak mungkin terulang, timpal @the blues .

Akun @HendroWibowo YZA menegaskan, bagi daerah di luar zona PPKM level 4, sekolah wajib memberi opsi kepada siswa untuk belajar tatap muka. Namun, dia menangkap tren guru lebih senang pembelajaran secara daring.

Kalau diamati ada tren guru menikmati belajar online hanya karena lebih simpel dan tidak harus dalam kelas dan massal, ungkapnya.

Akun @salmanbiroe melihat anak-anak lebih menikmati dunianya dengan kembali belajar tatap muka. Di sekolah, anak-anak bermain bebas tanpa beban sesuai dunianya.

Bisa kembali ke sekolah itu harapan bersama. Yuk, patuhi PPKM level 4 ini dan juga vaksinasi. Insya Allah dalam waktu tak lama lagi kita bisa kembali normal. Amin, harapnya.

Akun @Blue Sky membeberkan, ada Pendidikan Anak Usia Sini (PAUD) mulai PPKM awal hingga saat ini masih melakukan sekolah tatap muka. Kata dia, lokasinya di kompleks Departemen Dalam Negeri (DDN) 2 Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Kota Medan lebih parah, PPKM level 4, tapi banyak sekolah dan tempat les yang tatap muka, mereka berpakaian bebas, sambung @ugan_jefe .

Menurut @Sioapiw , banyak sekolah ngotot mengizinkan siswanya masuk. Salah satu alasannya didesak wali murid siswa. Padahal, kondisi sekarang tidak main-main. Kasus Covid-19 varian delta sudah terkonfirmasi di beberapa kasus, ujarnya. [TIF]

Original Source

Topik Menarik