Diadukan Ke DKPP Bawaslu Tasik Bantah Ada Konflik Saat Pilkada 2020

rm.id | Nasional | Published at Minggu, 22 Agustus 2021 - 06:40
Diadukan Ke DKPP Bawaslu Tasik Bantah Ada Konflik Saat Pilkada 2020

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) membantah ada konflik kepentingan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Mereka menolak semua dalil yang dituduhkan saat sidang di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sebelumnya, Anggota Bawaslu Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus, dituding memiliki conflict of interest atau benturan kepentingan dengan salah satu kandidat di Pilkada 2020. Karena itu, Firdaus dituding tidak profesional saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara.

Tudingan kepada Firdaus dilakukan oleh warga bernama Andi Wildan Wahyudin. Tudingan itu disampaikan ke DKPP dengan nomor perkara 144-PKE-DKPP/VI/2021.

Anggota Bawaslu Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus menyampaikan, dia memang memiliki hubungan keluarga secara tidak langsung dengan istri Calon Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut 4, Iip Miptahul Paoz. Tapi, hal itu telah disampaikannya kepada Ketua dan Anggota Bawaslu Tasikmalaya sebelum dan sesudah penetapan paslon sebagai wujud kejujuran dan netralitas.

Ditambahkan Firdaus, Andi selaku pengadu di DKPP sama sekali tidak memiliki bukti terkait ketidaknetralan dan ketidakprofesionalan dirinya sebagai penyelenggara pemilu selama Pilkada Tasikmalaya 2020. Sehingga aduan pengadu dinilai hanya asumsi, dengan menyangkutpautkan garis kekerabatan istrinya.

Di mana ketidaknetralan saya? Yang katanya memihak paslon nomor urut 4. Itu hanya asumsi Pengadu dan mengada-ada saja, tegasnya.

Sementara Andi tetap bersikukuh bahwa Anggota Bawaslu Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus, telah tidak professional selama menjalankan tugasnya.

Karena memiliki hubungan emosional dengan salah satu peserta Pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020, ujarnya.

Firdaus, sebut Andi, juga diduga melanggar peraturan perundang-undangan dengan mengambil alih kewenangan Ketua Bawaslu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 4 Maret 2021. Seharusnya, yang hadir dan memberikan keterangan adalah Ketua Bawaslu Tasikmalaya.

Selain itu, teradu I sampai Teradu IV (seluruh anggota Bawaslu) diduga telah merekayasa secara sistematis dan tindakan yang tindak profesional dalam menerima laporan salah satu Pasangan Calon (Paslon) yang berkontestasi dalam Pilkada Tasikmalaya 2020.

Gelaran Pilkada Tasikmalaya sebetulnya sudah selesai dengan ditetapkannya Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin sebagai Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya untuk periode 2021-2026. Keduanya resmi dilantik Gubernur Jabar Ridwan Kamil, di Aula Barat Gedung Sate, Senin (26/04).

Meski gelaran Pilkada usai, DKPP tetap membuka kanal terhadap segala aduan terkait dugaan pelanggaran etika penyelenggara Pemilu. [SSL]

Artikel Asli