Jelang Pembentukan Holding Pertahanan Erick Plot Wamenhan Jadi Komut Len Industri

rm.id | Nasional | Published at Minggu, 22 Agustus 2021 - 05:40
Jelang Pembentukan Holding Pertahanan Erick Plot Wamenhan Jadi Komut Len Industri

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Len Industri (Persero). Hal ini merupakan bagian strategi Pemerintah untuk memperkuat Holding BUMN Industri Pertahanan.

Direktur Utama Len Industri Bobby Rasyidin mengungkapkan, pengangkatan tersebut ditetapkan dan disahkan melalui penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-274/MBU/08/2021 yang dilaksanakan secara online pada Kamis (19/8).

Langkah ini berkaitan dengan keseriusan Pemerintah dalam menugaskan Len Industri sebagai Ketua Holding BUMN Industri Pertahanan, atau DEFEND ID, yang ditargetkan holdingisasi dapat tercapai tahun ini, bebernya, melalui siaran pers, kemarin.

Selain itu, pemegang saham mengalih tugaskan Dean Arslan yang sebelumnya merupakan komisaris utama Len Industri menjadi komisaris independen.

Kini, susunan Dewan Komisaris Len Industri per 19 Agustus 2021 adalah Muhammad Herindra sebagai Komisaris Utama, didampingi dua komisaris Zuryati Simbolon dan Bambang Kusharto. Serta, tiga komisaris independen yakni Dean Arslan, Rindoko Dahono dan Helvi Yuni Moraza.

Sebelum menjadi Wamenhan pada akhir 2020, Herindra dipercaya sebagai Kepala Staf Umum TNI (Tentara Nasional Indonesia) sejak 21 Oktober 2020. Jabatan tersebut diembannya setelah menjadi Inspektur Jenderal TNI selama tahun 2018 hingga 2020.

Herindra merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1987 dan seangkatan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. Pria kelahiran Magelang, 30 November 1964 ini merupakan lulusan terbaik di angkatannya.

Karier militer Herindra dimulai dari komandan peleton. Kemudian, menanjak ke Komandan Resimen Sandiyudha, hingga Komando Pasukan Khusus. Lalu pada tahun 2015-2016 diangkat menjadi Komandan Jenderal Kopassus. Pada 2015 Herindra sempat menjadi Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) Siliwangi, sebelum menjadi Danjen Kopassus. Dan, enjabat Panglima Kodam Siliwangi pada 2016-2017.

Bobby menambahkan, dalam industri pertahanan, perseroan memfokuskan kompetensinya di bidang C5ISR (Command, Control, Communications, Computers, Cyber, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) untuk menyuplai alutsista dan mendukung kebutuhan operasional TNI maupun Kementerian Pertahanan.

Produk andalan dalam industri pertahanan antara lain taktikal data link, radar pertahanan, target drone, mission system drone MALE Black Eagle, combat system kapal perang, Gunnery Firing Range (GFR), radio taktikal, dan lainnya, ungkapnya.

Untuk diketahui, Kementerian BUMN menetapkan target ambisius kepada holding tersebut, yakni masuk dalam Top 50 Global Defense Companies pada 2024.

Dihubungi terpisah, Corporate Communication Manager Len Industri Rastina Anggraeni menerangkan, saat ini proses pembentukan Holding BUMN Pertahanan masih pada tahap pertemuan antar Kementerian terkait.

Ia memastikan, sejauh ini prosesnya masih berjalan sesuai rencana dan diharapkan Pemerintah bisa segera menerbitkan Perpres (Peraturan Presiden) terkait pembentukan holding tersebut.

Saat ini, prosesnya di-handle langsung oleh kementrian sebagai stakeholder utama. Semoga awal Oktober sudah keluar Perpres-nya, harapnya singkat kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [IMA]

Artikel Asli