Tiga Kekuatan yang Berdampak Besar di Era Pandemi Covid-19

republika | Nasional | Published at Minggu, 22 Agustus 2021 - 03:00
Tiga Kekuatan yang Berdampak Besar di Era Pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Terdapat tiga kekuatan besar yang paling berpengaruh di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Yang paling penting dalam suasana hari ini adalah ada tiga kekuatan besar yang sedang bertempur di dunia ini, yang pertama pasar ekonomi semua didikte pasar," ungkap Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam webinar Kementerian Kominfo RI yang bertajuk "Bijak dan Cerdas Bermedsos", Sabtu (21/8).

Gus Muhaimin, begitu akrap disapa, menjelaskan hampir semua pemerintah yang ada di berbagai negara tunduk terhadap mekanisme pasar.

Dia menyebutkan, hampir semua Pemerintahan manapun tunduk dengan pasar karena pasar memiliki hukumnya sendiri , Contohnya begini, pendiri Facebook , pendiri IT-IT, E commerce, platform ekonomi yang baru itu sudah mendikte aturan main, mendikter cara kerja, mendikte regulasi. Pokoknya kalau kamu mau pakai silakan tapi tergantung saya," katanya memberikan analogi dan permisalan.

Menurut Gus Muhaimin, kekuatan selanjutnya adalah ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informasi. Termasuk platform media sosial, platform ekonomi, semua serba dikendalikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Siapa yang mampu mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menguasai dunia," ujar dia.

Selanjutnya kekuatan ketiga adalah kekuatan agama yang selama ini telah memiliki pemeluknya masing-masing. Sekarang agama sangat subur.

Dalam 10 tahun terakhir ini agama sangat berjaya, bahkan ada kecenderungan semua agama bertindak radikal. Mengapa agama kuat?

Dia berpandangan, karena agama akan menjadikan pemeluknya semakin militan dan menjadi riil power, apalagi dimasa pandemi pemeluk agama semakin memiliki gairah keagamaan yang tinggi.

Ketua Umum PKB tersebut melanjutkan dalam pertempuran tiga hal tersebut biasanya negara tertunduk pada pasar ekonomi, kecuali China yang mencoba untuk tidak tunduk kepada pasar sampe Jack Ma ditangkap dan ditahan karena dianggap mendikte pemerintah.

Satu-satunya media yang bisa kita gunakan untuk eksis adalah media digital, nah di satu sisi dunia maya mata pisau yang tajam satu sisi akan menimbulkan masalah, satu sisi akan memberikan manfaat," ujar dia.

Sementara itu, pengajar Universitas Esa Unggul, Gun Gun Siswadi, menerangkan di masa pandemi seperti saat ini masyarakat dapat menggunakan media sosial untuk kegiatan yang dapat bermanfaat terhadap persatuan nasional dalam rangka menghadapi semua ancaman terhadap bangsa Indonesia

"Kita dapat memanfaatkan media sosial untuk Menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa. Berupaya untuk menghilangkan ekstrimisme atau tuntutan berlebihan dari warga negara kepada pemerintah, menjaga Tanah Air dan bangsa dari serangan musuh, baik dari luar maupun dari dalam negeri dan masih banyak lagi yang lain," tutur dia.

Artikel Asli