Taliban Rebut Kekuasaan, Presiden Tinggalkan Afghanistan

rakyatku | Nasional | Published at 16/08/2021 07:14
Taliban Rebut Kekuasaan, Presiden Tinggalkan Afghanistan

RAKYATKU.COM - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, bersama wakil presiden dan beberapa pejabat senior lainnya terbang ke luar negara itu, Minggu (15/8/2021) waktu setempat.

Sementara gerilyawan Taliban merebut kembali kekuasaan di Afghanistan dua puluh tahun setelah invasi Amerika Serikat (AS) menggulingkan mereka dari kekuasaan.

Beberapa pejabat tinggi di komisi militer Taliban tiba di Istana Kepresidenan di Kabul, sementara para gerilyawan Taliban mengambil posisi di sejumlah lokasi penting di kota itu.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, Minggu (15/8/2021) sore, mengukuhkan bahwa para gerilyawan diarahkan untuk menjaga pos keamanan dan instalasi lain di Kabul guna mencegah kekacauan dan penjarahan setelah pasukan Afghanistan meninggalkan lokasi itu.

Ia juga mendesak warga untuk tetap tenang, dan mengatakan langkah-langkah itu justru untuk menjamin keamanan masyarakat.

Belum ada pernyataan dari Ghani ketika ia meninggalkan ibu kota Kabul.

Dalam pidato yang direkam sehari sebelumnya, Ghani mengatakan sedang berkonsultasi dengan para tokoh di tingkat nasional dan internasional tentang situasi yang disebutnya sebagai perang yang dipaksakan.

Sejumlah Petinggi Afghanistan Kecam Langkah Ghani

Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abdullah Abdullah memasang video di Twitter, yang mengecam Ghani.

Abdullah mengukuhkan bahwa Ghani telah meninggalkan Afghanistan, dan mengatakan, "Saya merasa mantan presiden telah meninggalkan negara dan rakyatnya dalam situasi buruk. Allah Swt. akan meminta pertanggungjawabannya."

Keberadaan dan tujuan Ghani saat ini masih belum diketahui.

Dalam satu cuitan, Wakil Presiden Amrullah Saleh, yang dikatakan telah menemani Ghani dan lainnya keluar dari Afghanistan, bertekad tidak akan tunduk pada Taliban. Tetapi ia tidak menanggapi laporan bahwa ia telah meninggalkan negara itu.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Bismillah Mohammadi dalam cuitannya mengatakan mereka mengikat tangan kami di belakang dan menjual tanah air kami, orang-orang kaya dan kelompoknya, merujuk pada Ghani dan teman-temannya.

Sumber: VOA Indonesia

Artikel Asli