359 Anak di Surabaya Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

jawapos | Nasional | Published at 16/08/2021 19:48
359 Anak di Surabaya Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

JawaPos.com Wabah Covid-19 menyisakan duka mendalam. Tidak sedikit anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal terpapar virus SARS-CoV-2. Berbagai bantuan untuk anak-anak pun diberikan Pemkot Surabaya.

Berdasar data sementara, ada 359 anak di Surabaya yang kehilangan orang tuanya akibat terinfeksi Covid-19. Perinciannya, 230 anak menjadi yatim (tidak memiliki ayah). Sebanyak 124 anak menyandang status piatu (tidak memiliki ibu). Selebihnya, 5 anak menjadi yatim piatu.

Wali Kota Eri Cahyadi mengakui dampak pandemi Covid-19 sangat besar. Tidak hanya memukul sektor perekonomian. Namun, kata dia, tidak sedikit warga yang kehilangan anggota keluarganya. Anak-anak kini menjadi perhatian Eri. Sebab, kehilangan orang tua bisa memengaruhi tumbuh kembang anak.

Saya meminta RT/RW serta kelurahan dan kecamatan melakukan pendataan, paparnya.

Contohnya di Kecamatan Tegalsari. Camat Tegalsari Buyung Hidayat Rachman mengatakan, ada sejumlah anak yang ditinggalkan orang tuanya selama pandemi.

Selain memberikan pendampingan, pihak kecamatan menyerahkan data anak-anak ke dinsos. Pemkot juga bergerak cepat. Sejumlah bantuan diberikan. Tujuannya, anak-anak bisa bangkit menatap masa depan. Pendampingan adalah tindakan utama yang diambil.

Dinas pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (DP5A) turun untuk menguatkan anak-anak. Anak-anak harus dikuatkan, ucap Eri.

Langkah kedua ialah memberikan asupan makanan. Menurut Eri, gizi anak harus dicukupi. Jangan sampai mereka kesulitan untuk mendapatkan makanan yang layak. Setiap hari petugas kelurahan serta RT/RW menyalurkan kebutuhan tersebut.

Pejabat 44 tahun itu menegaskan, anak harus menjadi perhatian utama. Sebab, mereka merupakan aset. Anak-anak merupakan masa depan Surabaya melanjutkan pembangunan, tegasnya.

Tentu yang tak kalah prioritas adalah masalah kelangsungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo menuturkan, pemkot wajib menjamin pendidikan anak-anak. Terutama siswa yang ditinggalkan orang tuanya. Hak mengenyam pendidikan 9 tahun harus diberikan, paparnya.

Tak hanya sampai jenjang SMP. Pemkot membuka pintu selebar-lebarnya. Terutama bagi pelajar yang hendak melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, bantuan terus diberikan. Kami memfasilitasi serta memberikan kesempatan mendapatkan beasiswa, ucap mantan Kadinsos itu.

Dinsos juga turun tangan. Kasi Rehabilitasi Tunasosial Agus Rosid menjelaskan, pemkot sudah menyiapkan tempat bagi anak yang ditinggalkan orang tuanya akibat pandemi. Yaitu, UPT Kampung Anak Negeri (Kanri). Lokasinya berada di Wonorejo, Rungkut.

Di bagian lain, anak-anak juga cukup rentan terpapar virus SARS-CoV-2. Berdasar data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur, tidak kurang dari 4.442 anak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dinyatakan positif terinfeksi virus korona berdasar hasil pemeriksaan laboratorium berupa tes PCR dan atau swab antigen. Selain itu, ada 5.298 anak yang dinyatakan suspek Covid-19.

Ketua IDAI Jatim dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) menjelaskan, data tersebut merupakan akumulasi se-Jatim. Pendataan dilakukan sejak Covid-19 melanda pada 2020. Bahkan, ada beberapa anak yang meninggal karena terinfeksi Covid-19. IDAI pun terus meng-update data yang berasal dari berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Datanya terus diperbarui secara berkala, kata dr Sjamsul.

Upaya Pemkot Surabaya :

Memberikan pendampingan lewat DP5A.

Menyediakan permakanan yang layak.

Membantu pendidikan hingga tuntas wajib pendidikan dasar 9 tahun.

Yang hendak melanjutkan pendidikan diberi kesempatan hingga perguruan tinggi.

Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan mengasuh anak, dinsos menyediakan UPT Kampung Anak Negeri.

Sumber: Pemkot Surabaya

Artikel Asli