Kasus Aktif Tinggi, Pemprov Jatim Fokus Tangani Wilayah Tapal Kuda

jawapos | Nasional | Published at 16/08/2021 20:34
Kasus Aktif Tinggi, Pemprov Jatim Fokus Tangani Wilayah Tapal Kuda

JawaPos.com Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus menangani kondisi Covid-19 di wilayah Tapal Kuda Jatim. Istilah Tapal Kuda merujuk pada beberapa wilayah, di antaranya Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Situbondo, dan Kabupaten Bondowoso.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku, per Senin (16/8), pihaknya mengubah strategi dengan refocusing ke daerah di ujung timur Jatim tersebut. Daerah di tapal kuda perhatian kita. Harapannya refocusing ke daerah itu untuk menurunkan penyebaran Covid-19, jelas Emil pada Senin (16/8) sore.

Mantan Bupati Trenggalek mengatakan, beberapa wilayah lain di Jatim mulai menunjukkan optimisme. Misalnya, di daerah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo). Surabaya Raya trennya membawa optimisme. Saya fokus ke barat, Lamongan dan sekitarnya. Tren Covid-19 di sana bagus, ucap Emil.

Ditanya soal perbedaan antara angka kematian yang tinggi namun kasus konfirmasi menurun, Emil menjawab, bahwa hal itu bisa terjadi. Kondisi itu berpengaruh dari masa penyebaran 2 minggu sebelumnya.

Angka sembuh lebih tinggi dari angka konfirmasi. Maka sudah ada penurunan aksus aktif. Angka kematian berkaitan dengan angka kasus aktif 2 minggu sebelumnya, tutur Emil.

Di Probolinggo, per Minggu (15/8), terdapat 377 kasus aktif dengan angka kumulatif positif sebesar 6.564. Sebanyak 5.756 di antaranya sembuh, dan 431 meninggal dunia. Di Kabupaten Jember, terdapat 2.322 kasus aktif dengan angka kumulatif positif 14.468 kasus. Sebanyak 10.946 kasus di antaranya sembuh dan 1.200 meninggal dunia.

Di Kabupaten Banyuwangi, terdapat 1.131 kasus aktif dengan angka kumulatif positif 12.544 kasus. Sebanyak 9.931 kasus di antaranya sembuh dan 1.482 meninggal dunia. Di Kabupaten Pasuruan, terdapat 494 kasus aktif dengan angka kumulatif positif 8.002 kasus. Sebanyak 6.921 kasus di antaranya sembuh dan 587 meninggal dunia.

Artikel Asli