Selama Pandemi, Investor Aset Kripto Dilaporkan Tumbuh Pesat

jawapos | Nasional | Published at 16/08/2021 20:54
Selama Pandemi, Investor Aset Kripto Dilaporkan Tumbuh Pesat

JawaPos.com Sepanjang 2021 dan selama pandemi Covid-19 terjadi, Indonesia dilaporkan mengalami pertumbuhan investasi kripto tertinggi sepanjang sejarah. Pertumbuhan pesat ini disebut turut dipengaruhi sejak pemerintah mengakui kripto sebagai aset komoditas perdagangan.

Pasar aset kripto disebut secara konsisten mencatatkan pertumbuhan yang positif, bahkan melebihi kecepatan pertumbuhan investor saham. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat bahwa jumlah investor kripto mencapai 6,5 juta pengguna per Mei 2021, dengan total transaksi menembus Rp 370 triliun.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari investor pasar modal yang baru berada di kisaran 4,5 juta per Februari 2021, menurut data BEI. Dengan makin meningkatnya minat investor terhadap aset kripto di Indonesia, Luno, platform perdagangan kripto terus berusaha untuk meningkatkan literasi dan edukasi seputar kripto.

Selain tepercaya dan telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI (Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi), Luno juga terus memperbaiki platform dengan User Interface dan User Experience UI/UX agar setiap pengguna, termasuk masyarakat yang masih awam terhadap kripto, bisa menavigasi platform dengan mudah.

Tidak hanya di Indonesia, minat yang melonjak tajam terhadap aset kripto juga terjadi di berbagai belahan dunia. Pada bulan Maret 2021, rata-rata volume perdagangan untuk semua aset kripto di dunia mencapai USD 109 miliar per hari atau berkisar Rp 1,5 kuadriliun (Rp 1.500 triliun).

Bitcoin masih menduduki posisi pertama kripto yang paling laris di pasaran (59,5 persen). Diperkirakan bahwa total pemilik dompet blockchain untuk pembelian kripto di seluruh dunia mencapai 75 juta orang, menurut data Statista pada akhir Juli 2021.

Namun, dengan makin tingginya volume serta minat terhadap perdagangan kripto, banyak investor yang hanya memasuki pasar dengan mindset ikut-ikutan atau hanya karena efek Fear of Missing Out (FoMO).

Mereka kurang memahami volatilitas pasar, tren permintaan kripto, serta ketidakpastian kondisi perdagangan, sehingga rawan membuat keputusan yang salah. Ini menunjukkan adanya fenomena kesenjangan edukasi terhadap aset kripto.

Inilah mengapa Luno punya misi untuk menanamkan pengetahuan yang baik kepada para investor kripto, terutama di Indonesia yang baru-baru ini menjadi pasar kedua terbesar Luno semenjak meroketnya jumlah investor aset kripto, ujar Jay Jayawijayaningtiyas, Country Manager Luno Indonesia.

Dia melanjutkan, pada awal tahun 2021, Luno telah meluncurkan program edukasi bernama Luno Academy agar setiap orang bisa mempelajari tentang aset kripto dengan mudah, melalui website dan aplikasinya.

Menjunjung tinggi transparansi, platform yang berdiri sejak tahun 2013 ini juga menerapkan sistem bebas biaya deposit dan biaya transaksi hanya sebesar 0,75 persen untuk transaksi jual atau beli instan. Di Indonesia, Luno sendiri telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI.

Kripto dapat membantu investor membangun portofolio, terutama untuk investasi jangka panjang. Kita bisa melihat daya tarik kripto sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, dan kami yakin banyak orang Indonesia yang tertarik untuk mendapatkan profit dari perdagangan ini, lanjut Jay.

Dalam hal keuntungan, aset kripto disebut dapat memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Teknologi yang terdesentralisasi, serta transparansi yang tinggi mempermudah setiap investor untuk membeli, menjual, menyimpan, dan memperdagangkan kripto kapan saja dan dimana saja, dibandingkan aset investasi lainnya.

Memasuki semester kedua tahun 2021, volume transaksi kripto di Luno juga mengklaim mencapai pertumbuhan sebesar 22 kali dibandingkan sepanjang tahun 2020. Secara global, Luno juga telah memiliki lebih dari 8 juta pelanggan, dan menjadi Top 6 Platform perdagangan kripto terbaik di dunia versi CryptoCompare.

Artikel Asli