Strategi Surabaya Jadi Zona Kuning Per September

jawapos | Nasional | Published at 16/08/2021 21:18
Strategi Surabaya Jadi Zona Kuning Per September

JawaPos.com Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan Surabaya sudah dinyatakan sebagai zona kuning pada September. Harapan itu diwujudkan dengan berbagai cara. Dimulai dari rapat besar bersama seluruh stakeholder untuk mengusahakan target tersebut.

Satu bulan sudah harus zona kuning. Sekaligus bagaimana kita menghentikan laju Covid-19 di Surabaya, tegas Eri pada Senin (16/8).

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu merencanakan akan menggelar rapat besar pada Rabu (18/8). Dalam rapat itu, wali kota akan mengundang seluruh pakar, partai, dan DPRD Surabaya.

Ada pengusaha, mahasiswa juga. Kita akan simpulkan di sana. Bagaimana cara mengatasi pandemi ini, jangan ada gejolak seperti kemarin. Naiknya mendadak begitu, ucap Eri.

Beberapa hal yang akan dirumuskan adalah isolasi terpadu, vaksinasi, hingga pencegahan kenaikan pasien, serta daya tampung rumah sakit.

Soal rumah sakit dan rumah sehat juga, imbuh Eri yang juga alumnus SMAN 21 Surabaya itu.

Eri menjelaskan, saat ini kondisi Covid-19 di Surabaya bisa terlihat dari jumlah pasien di berbagai rumah sakit. Salah satunya, kondisi RS Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) yang sudah nol pasien.

RS GBT Indoor sudah kosong. RS Lapangan Tembak juga kosong. Sekarang semua pasien kami tarik ke rumah sakit dan Asrama Haji (Hotel Asrama Haji). Karena kan biar penanganan lebih cepat, beber Eri.

Upaya lain untuk memutus mata rantai Covid-19 di Surabaya adalah dengan meluncurkan mobil vaksin keliling yang menjangkau warga di tiap RW di Surabaya. Dalam sehari, 500 warga ditargetkan menjadi penerima vaksin.

Total sehari bisa sampai 500 vaksin per mobil. Kita kumpulkan per RW. Jadi nanti ganti-ganti lokasinya, jelas Eri.

Mobil vaksin keliling ini ditujukan bagi warga yang tidak bisa mendapatkan vaksin di luar rumah. Sehingga vaksin bisa lebih dekat dengan rumah warga.

Jadi dari RW itu siapa dari lansia yang tidak bisa ke faskes. Pos pasar-pasar. Nelayan yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya mobil itu akan datang ke sana. Dan ini nanti kita yang bisa gerak dengan cara warga bisa mendaftar melalui call center 110, melalui puskesmas, RT, dan RW, jelas Eri.

Mobil vaksin keliling tersebut tidak hanya melayani warga Surabaya. Namun juga wilayah aglomerasi di Surabaya Raya. Eri menyebut beberapa wilayah. Kami siap di Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan, sebut Eri.

Ke depannya, Pemkot Surabaya juga akan menyiapkan 10 mobil tambahan. Sehingga, terdapat 32 mobil vaksin keliling yang bersiaga.

Insya Allah (menyiapkan) 10, nanti total ada 32 kita siapkan. Tapi nanti yang sudah disampaikan kapolda mobil ini akan satu punya TNI, Polri, pemerintah, nanti kalau ini sudah selesai dipakai di daerah mana ya kita jalankan, tutur Eri.

Artikel Asli