Kadinkes Sebut Rasio Tracing di Sidoarjo Sudah Berubah

jawapos | Nasional | Published at 16/08/2021 21:30
Kadinkes Sebut Rasio Tracing di Sidoarjo Sudah Berubah

JawaPos.com Dalam laporan rasio pelacakan Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jawa Timur pekan lalu, Sidoarjo menempati posisi keempat terbawah dengan rasio hanya 0,5. Atau dalam satu kasus yang ditemukan, yang dilacak tak sampai seorang. Namun, Minggu (15/8) rasio tersebut sudah berubah. Angkanya 7,0. Artinya, saat ditemukan satu kasus positif, ada tujuh orang yang di- tracing .

Data di lapangan, secara manual, rasio sudah mencapai 1:7. Data yang masuk pelaporan tersebut kurang tepat, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Syaf Satriawarman SpPros. Sebab, data itu hanya berdasar pada laporan dari pihak babinsa dan bhabinkamtibmas.

Untuk melaporkan ke pusat, para pihak yang kebagian tugas melacak harus memiliki password tertentu. Nah, karena ada keterlambatan penerimaan password , pelaporan data pelacakan kurang akurat. Saat melaksanakan pelacakan, tidak bisa langsung dilaporkan. Padahal, menurut Syaf, sejak pekan lalu rasio pelacakan di Kota Delta tinggi. Dalam satu kasus, sudah dilacak lima hingga enam orang minggu lalu, ujar Syaf.

Saat ini langkah tracing, testing , dan treatment (3T) terus digencarkan. Warga yang kontak erat dengan seseorang yang dinyatakan positif langsung dites. Baik itu saudara, tetangga, maupun teman kerja atau bermain. Keluarga yang satu rumah dan kontak erat wajib isolasi. Meskipun, hasil testing belum keluar, ujar Syaf.

Menurut dia, proses 3T bagi warga sampai sekarang masih menemui kendala. Penolakan dari keluarga yang menjadi sasaran tetap ada. Tapi, tim tetap melakukan pelacakan dan tes dengan sasaran para tetangga dekat. Tujuannya, mengetahui secara pasti persebaran virus di lingkungan warga yang telah positif Covid-19 tersebut.

Semakin gencar dilakukan 3T, bakal semakin banyak temuan kasus di masyarakat. Warga yang positif tanpa atau dengan gejala ringan bisa menjalani isolasi di selter. Sampai saat ini, masih banyak selter yang isinya hanya sedikit. Tinggal tiga selter yang merawat pasien. Selter yang banyak isinya di Sedati. Pasien saat ini mencapai sembilan orang, ujar Sekretaris Dinkes Sidoarjo dr Zuhaida. Sementara itu, di MPP warga yang isolasi sebanyak enam orang. Dua orang menjalani isolasi di Rusunawa Krian.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menyatakan, jika pemerintah memang ingin serius menangani pandemi, 3T harus dimasifkan. Tingkatkan tracing mulai level yang paling bawah dengan memberikan action plan yang jelas. Yang juga penting adalah follow- up -nya. Kalau ada yang positif, nanti dipilah-pilah. Temuan mana yang dibawa ke RS, mana yang mesti isolasi mandiri, dan mana yang harus di isolasi terpusat sehingga ada langkah jelas, lanjut dia.

Artikel Asli