Buaya Muncul Lagi, Pengunjung Dilarang Berenang di Pantai Labuhan Haji

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 23:36
Buaya Muncul Lagi, Pengunjung Dilarang Berenang di Pantai Labuhan Haji

SELONG-Pemerintah Kecamatan Labuhan Haji meminta warga untuk tidak berenang, menyelam, dan mandi di pantai Labuhan Haji, Desa Labuhan Haji. Larangan sementara itu disampaikan dengan memasang papan peringatan di sejumlah titik, kemarin (15/8).

Karena video warga yang viral tentang adanya buaya itu benar, kata Camat Labuhan Haji Muhir pada Lombok Post .

Video penampakan buaya besar di pantai Labuhan Haji itu beredar pada Jumat (13/8) lalu. Video itu diambil oleh warga sekitar yang sedang berada di pantai.

Kata Muhir, hari itu juga pihaknya bersama Polsek Labuhan Haji, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB melakukan penelusuran. Kami sampai cari ke lubang-lubangnya di muara yang ada di sekitar lokasi, jelasnya.

Berdasarkan pantauan dari BKSDA, Muhir menerangkan, buaya tersebut disinyalir berasal dari muara di Sugian, Kecamatan Sambelia. Dari dugaan itu, ia menjelaskan, buaya yang terlihat juga oleh warga di pantai Ketapang, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, juga pantai Telindung di Korleko, adalah buaya yang sama.

Kata Muhir, terkait informasi adanya 12 ekor buaya yang lepas karena tenggelamnya kapal yang membawa buaya ke Pulau Jawa itu tidak benar. Jika ada kapal yang terbalik, pasti ada informasi dari syahbandar. Ini jelas hoaks, tuturnya.

Namun bukan berarti pihaknya menyepelekan kemunculan seekor buaya yang viral di media sosial dan menggegerkan warga itu. Karena itu, sembari mencari tahu keberadaan buaya tersebut dan berkoordinasi dengan BKSDA, pihaknya mengimbau warga untuk berhati-hati. Bahkan melarang warga mandi, berenang dan apalagi menyelam.

Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pokdarwis untuk melakukan pengawasan. Agar jangan sampai ada korban, tuturnya.

Zaenudin, pengurus Pokdarwis Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya menerangkan, buaya di pantai Ketapang dilihat warga sejak Minggu (8/12) lalu. Beberapa hari kemudian, warga kembali melihatnya berenang di sekitar pantai Ketapang.

Sejak saat itu, nelayan dan warga sudah mulai berhati-hati dan sedikit ketakutan, jelas Zaenudin.

Sementara Kapolsek Pringgabaya AKP Totok Suharyanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan penelusuran mengenai informasi penampakan buaya tersebut. Sembari melakukan koordinasi dengan BKSDA, ia juga mengimbau warga untuk tidak termakan informasi hoaks.

Kami berharap warga tidak panik. Namun tetap berhati-hati sampai ada kejelasan mengenai keberadaan buaya ini, jelas Suharyanto. (tih/r5)

Artikel Asli