Viral Ibu-ibu Gotong Keranda Jenazah di Ampenan, Ini Penjelasannya

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 23:25
Viral Ibu-ibu Gotong Keranda Jenazah di Ampenan, Ini Penjelasannya

MATARAM-Video dan foto para ibu rumah tangga yang menggotong jenazah viral di media sosial. Diketahui jika para perempuan yang menggotong jenazah tersebut adalah warga Lingkungan Taman Kapitan, Kelurahan Taman Sari.

Muncul banyak persepsi di masyarakat jika kejadian ini dikaitkan dengan kondisi pandemi Covid-19. Kemudian banyak juga yang mempertanyakan apakah aksi tersebut sesuai syariat agama atau tidak. Untuk itu, pihak kelurahan, kecamatan hingga tokoh agama kemarin memberikan penjelasan.

Memang benar kejadiannya itu di Lingkungan Taman Kapitan pada Kamis sore, 12 Agustus bakda Asar. Warga kami ibu-ibu yang mengangkat keranda jenazah tersebut, jelas Lurah Taman Sari Doddy Rupawan kemarin (15/8).

Gambar dan video yang diambil warga sekitar kemudian dibagikan dan viral di media sosial. Mengingat pengusungan jenazah oleh ibu-ibu dianggap hal yang tidak biasa. Maka Camat Ampenan Muzakkir Walad yang hadir dalam klarifikasi kepada wartawan menjelaskan, jika ini merupakan tradisi dan pesan-pesan orang tua dulu.

Menyusul banyaknya warga yang meninggal dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Tercatat ada 11 orang warga di Lingkungan Taman Kapitan meninggal dalam waktu berdekatan. Ditambah dengan lingkungan Gatep Permai total ada 17 orang meninggal di Kelurahan Taman Sari. Tapi yang 11 orang meninggal ini semuanya bukan karena Covid-19, jelas Muzakkir.

Sehingga ia berharap ini tidak menimbulkan persepsi baru jika di satu lingkungan wilayah Ampenan banyak yang meninggal karena Covid-19. Karena di Lingkungan Taman Kapitan hanya satu orang yang positif Covid-19 sehingga lingkungan ini berstatus zona kuning.

Yang masuk zona oranye adalah Lingkungan Irigasi dan Seruni sesuai konfirmasi ke Puskesmas Tanjung Karang, paparnya.

Muzakkir juga mengatakan jika warganya kini sudah mulai sadar akan protokol kesehatan. Terbukti dari video yang beredar warga yang mengangkat jenazah yang merupakan ibu rumah tangga termasuk jamaah tetap menggunakan masker. Sehingga masih dalam koridor protokol kesehatan.

Lantas, kaitannya dengan syariat agama apakah sudah sesuai dan tidak melanggar? Ustadz Kamaludin tokoh agama setempat memberikan penjelasan terkait bagaimana hukum perempuan menggotong jenazah menuju pemakaman.

Ia menjelaskan antara agama dan adat sangat berkaitan erat hampir di semua tempat di Indonesia. Dalam sebuah kitab tulisan Imam Nawawi dikatakannya jika hukum perempuan mengantar jenazah itu hukumnya makruh yang diringankan.

Itu pun tidak berlaku untuk semua perempuan. Masih ada pengecualian bagi perempuan tertentu (misalnya perempuan yang merupakan anak istri atau keluarga), paparnya.

Perempuan yang hukumnya makruh mengantarkan jenazah karena dikhawatirkan ada perempuan yang memakai pakaian tidak layak ke pemakaman. Sehingga menimbulkan fitnah. Kemudian perempuan yang tidak bisa menahan emosinya seperti teriak dan menangis berlebihan karena kesedihan atas meninggalnya warga yang dimakamkan.

Kemudian apa alasan para tokoh sesepuh dulu justru meminta perempuan yang menggotong jenazah ketika banyak warga yang meninggal dunia? Ibu-ibu ini (perempuan) oleh Allah SWT dilebihkan. Rasulullah mengatakan berbuat baiklah pada ibumu, ibumu, ibumu baru bapakmu, paparnya.

Sehingga ini yang oleh orang tua dulu membuat perempuan diharapkan bisa mendatangkan kasih sayang Allah SWT dengan membawa jenazah. Ini yang kemudian menjadi adat tetapi tidak menyimpang dari agama.

Barangkali dengan ibu-ibu yang mengantarkan jenazah ini turun kasih sayang Allah SWT. Agar bala dan musibah yang dihadapi bisa diangkat. Dan ini tidak bertentangan dengan agama, urainya.

Sementara Danramil Ampenan Kapten Turmuzi dengan kejadian ini mengimbau warga agar tetap taat protokol kesehatan. Meskipun warga yang banyak meninggal beberapa hari terakhir di wilayah Ampenan tidak terpapar Covid-19, namun penularan virus Korona masih mengintai.

Yang terbaru ada 16 kasus positif baru Covid-19 (di Ampenan). Jadi tolong warga tetap menerapkan 5M, tutupnya. (ton/r3)

Artikel Asli