Wajah Baru Lingkungan Gomong Lama yang Lebih Bersih dan Asri

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 22:58
Wajah Baru Lingkungan Gomong Lama yang Lebih Bersih dan Asri

Lingkungan Gomong Lama identik dengan pemukiman kumuh dan persoalan sosial. Namun di RT 4, ternyata warga begitu menjaga kebersihan dan mencerminkan perilaku masyarakat kota yang sesungguhnya.

HAMDANI WATHONI, Mataram

Di tengah pemukiman yang padat, udara berhembus sejuk di RT 4 Lingkungan Gomong Mataram. Bendera merah putih berkibar di setiap rumah warga. Tembok rumah dekat gang dicat warna warni. Tanaman hijau dan bunga tumbuh di pot yang terbuat dari gelas plastik bekas minuman.

Meski di tengah pemukiman, suasana yang terasa begitu asri. Tenang. Lalu lalang beberapa kendaraan terlihat pelan. Berhati-hati melihat anak-anak yang asik bermain di jalan gang.

RT 4 Lingkungan Gomong Lama ini terasa berbeda. Meski tidak viral di media sosial, lingkungan ini terasa berbeda dan istimewa. Lingkungan ini sangat bersih. Tak ada satu pun sampah berserakan. Walau hanya sekadar bungkus makanan.

Alhamdulillah khusus warga kami di RT 4 ini kesadarannya sangat tinggi, ungkap Kepala Lingkungan Gomong Lama Halidiyanto kepada Lombok Post, Sabtu (14/8).

Warga begitu kompak menjaga kebersihan. Kemudian mereka juga tak keberatan urunan secara swadaya mengeluarkan biaya untuk sekadar mengecat tembok gang dan memasang lampu penerangan gang.

Alhamdulillah kami sudah pernah dikunjungi ibu wakil wali kota. Rasanya katanya seperti kampung kecil yang ada di Jakarta, ungkap Halidianto.

Penataan lingkungan di RT 5 sebenarnya sudah dimulai sejak enam tahun lalu. Namun penyegaran terus dilakukan dan rencananya akan ditularkan ke semua RT yang ada di Lingkungan Gomong Kota Mataram.

Kami ingin dari RT 4 nanti bergerak mengubah wajah Gomong. Tidak hanya dari sisi keindahan tetapi dari keamanan dan kenyamanan, cetusnya.

Tak hanya dari kebersihan, RT 4 juga menjadi representasi lingkungan yang aman. Karena sepanjang gang diterangi lampu yang bersinar terang benderang. Sehingga diyakini bisa mencegah berbagai gangguan kamtibmas dan aksi kenakalan remaja.

Pukul 10.00 Wita malam, semua pintu masuk ditutup. Agar tidak ada warga luar yang mondar mandir masuk ke RT kami ini. Jadi warga merasa aman, tegasnya.

Ketua RT 4 Lalu Hasni salah satu sosok di balik wajah bersih Lingkungan Gomong Lama mengaku ini adalah bukti kesadaran warganya. Warga merasa risih jika selama ini Gomong dicap oleh orang luar adalah kampung kumuh dan kampung tramadol (tempat penyalahgunaan dan peredaran obat berbahaya).

Maka kami ingin mengubah image ini. Kami tidak ingin melihat Gomong menjadi citra buruk bagi Kota Mataram, tegasnya.

Apalagi, wali kota dan wakilnya kini memiliki visi misi menjadikan Mataram Harum. Sehingga Gomong yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dari luar seperti mahasiswa tidak layak jika terus menerus menjadi kampung kumuh. Maklum Lingkungan Gomong menjadi pusat kos-kosan bagi mahasiswa yang menempuh studi di Kota Mataram.

Siapa yang bisa mengubah Gomong kalau bukan kami warganya sendiri. Maka kami mulai dari mengecat gang, membangun gapura, memasang lampu yang banyak digang sehingga malam hari terasa seperti siang, sambungnya.

Hasni juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan. Ia ingin memberikan kesan siapapun yang datang ke RT 4 ini merasa senang, aman, nyaman dan tenang.

Tidak boleh ada sampah di gang. Anak-anak kami ajari buang sampah jajannya di tempat sampah. Tidak boleh ada satu sampah pun digang. Bahkan puntung rokok tidak boleh jatuh berserakan di gang kami, tandasnya. (*/r3)

Artikel Asli