Wagub NTB: Masalah Lingkungan Butuh Penanganan Komprehensif

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 22:20
Wagub NTB: Masalah Lingkungan Butuh Penanganan Komprehensif

MATARAM -Bidang lingkungan hidup di NTB dengan segala persoalannya, tetap menjadi perhatian semua pihak, termasuk lingkup OPD Pemprov NTB. Perlu disadari pula, memperjuangkan dan melestarikan lingkungan ini tak gampang. Sehingga masalah lingkungan betul-betul butuh penanganan yang yang lebih komprehensif dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak serta butuh keteladanan.

Dengan demikian apa pun yang kita lakukan tanpa memberikan contoh terlebih dahulu rasanya tidak afdol. Kita juga tidak bisa secara terus-menerus mengimbau kepada masyarakat, tapi kita sendiri tidak melakukan contoh-contoh yang terbaik, kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam arahannya pada sosialisasi program kantor ramah lingkungan (eco-office) yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting di ruang kerja wagub, Senin (16/8/2021).

Sosialisasi secara virtual ini diikuti para Asisten, kepala OPD lingkup Pemprov NTB, kepala biro, para kepala UPT Dinas Pemprov NTB di kabupaten/kota, serta kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di 10 kabupaten/kota se-NTB.

Wagub meminta agar penerapan eco-office di seluruh OPD dimulai Agustus ini. Bertepatan dengan HUT NTB 17 Desember 2021, akan diberikan reward bagi OPD yang sungguh-sungguh melaksanakan program ini.

Sementara, kepada OPD yang memiliki UPT di kabupaten/kota diinstruksikan untuk melaksanakan program ini secara serentak dan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.Kita memberikan contoh kepada kabupaten/kota juga agar bisa melaksanakan program ini, kata wagub.

Kadis Lingkungan Hudup dan Kehutanan (DLHK) NTB Madani Mukarom menambahkan, sosialisasi eco-office ini dilaksanakan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan yang dimulai dari perkantoran lingkup Pemprov NTB. Sasaran program adalah memberikan contoh kepada masyarakat untuk mengolah lingkungannya dengan baik.

Menurut Madani, aktivitas perkantoran menyumbang sampah hingga 5 persen dari total jumlah sampah di NTB. Jumlah pegawai lebih dari 14.000 orang dengan potensi 0,7 kilogram per orang per hari, maka potensi timbulannya sebesar kurang lebih 9 ton per hari.

Potensi menjadi local champion bagi pegawai lingkup Pemprov NTB bisa menjadi agen perubahan, tidak hanya di kantor tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitarnya.

Tujuan eco-office ini kata Madani, guna memberi acuan bagi instansi/OPD, kantor pemerintah dan juga swasta dalam menerapkan prinsip kantor ramah lingkungan, menciptakan lingkungan kantor yang bersih, indah, sehat dan nyaman.

Selanjutnya meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya, menciptakan perubahan perilaku pegawai lingkup Pemprov NTB yang diharapkan menyebar sampai ke rumah tangga dan lingkungan sekitarnya. (ewi/r1)

Artikel Asli