NTB Berkejaran dengan Waktu: World Superbike dan Cakupan Imunisasi

lombokpost | Nasional | Published at 16/08/2021 21:59
NTB Berkejaran dengan Waktu: World Superbike dan Cakupan Imunisasi

MATARAM -Menyikapi ketersediaan vaksin yang selalu habis, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memastikan logistik vaksin Covid-19 akan segera dikirim Kementerian Kesehatan akhir Agustus ini. Menurutnya, percepatan vaksinasi perlu dilakukan untuk mempersiapkan gelaran event World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, November 2021. Dimana salah satu syaratnya 50 persen masyarakat sudah divaksinasi. Saat ini cakupan vaksinasi NTB untuk dosis pertama 16,09 persen dan dosis kedua 7,74 persen.

Kita berkejaran dengan waktu untuk persiapan menyambut gelaran Superbike. Karena itu vaksinasi dapat dipercepat dan melibatkan semua pihak, kata gubernur.

Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah menekankan, prosedur standar operasi di pasar yang melibatkan pembeli, pedagang, dan pengelola benar-benar diterapkan sesuai ketentuan dalam PPKM level 3. Begitu pula dengan SOP di kantor, pesantren, sekolah, rumah makan, kafe, resto, dan perjalanan serta sektor esensial dan fasilitas umum lainnya dan kegiatan sosial masyarakat beroperasi dengan pengaturan PPKM level tiga.

Pengendalian harus dibarengi protokol kesehatan ketat karena vaksinasi membutuhkan waktu terbentuknya herd immunity , jelas wagub.

Wagub juga menyoroti posko PPKM berbasis desa yang belum 100 persen dibentuk. Saat ini angkanya baru 65,38 persen se NTB.

Dalam rapat evaluasi tersebut Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti hal-hal menonjol di lapangan terkait sinkronisasi data kabupaten/ kota yang merilis data tracing menggunakan rapid antigen, bukan PCR. Ia juga menyebut pelayanan nakes di puskesmas saat libur.

Sementara Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal mengemukakan, pengendalian pandemi di kabupaten/ kota belum seragam serta operasi yustisi yang menurun.

Kepala Dinas Kesehatan NTB HL Hamzi Fikri mengatakan, dalam 10 minggu terakhir, ada peningkatan trend kesembuhan di 10 kabupaten/ kota dari hasil verifikasi data all new record . Begitu pula dengan trend testing yang memadai meski secara rata rata sudah di atas 15 persen, namun secara umum belum mencapai sepuluh persen sedangkan positive rate diupayakan di bawah 10 persen.

Kadikes menjelaskan, rasio tracing kontak juga naik. Ia mengakui pula terjadi lonjakan status rawat sebelum NTB masuk PPKM level tiga saat ini.

Kenaikannya 272 persen di tahun ini karena isu global juga terkait varian virus baru tidak hanya NTB.Target kita turun ke level dua, jelas Fikri.

Sedangkan, hospital handling NTB berwarna hijau dengan ketersediaan kamar, oksigen dan obat obatan antivirus aman. Begitupula dengan fasilitas isolasi mandiri dsn terpadu yang sudah tersedia di kabupaten/ kota. Ia mengatensi kota Bima yang belum memiliki ICU. Untuk jangka panjang, Kadikes menekankan kabupaten/ kota untuk menyiapkan oksigen generator terutama di Sumbawa.

Terkait vaksinasi, Fikri menyebut prioritas vaksin untuk dosis kedua karena angkanya yang jauh tertinggal dari vaksinasi dosis pertama serta belum stabilnya droping logistik dari pusat. (ewi/r1)

Artikel Asli