Harga Tes PCR Tinggi Wakil Ketua MPR Minta Industri Faramasi Sensitif

rm.id | Nasional | Published at 16/08/2021 21:21
Harga Tes PCR Tinggi Wakil Ketua MPR Minta Industri Faramasi Sensitif

Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk melakukan intervensi harga Tes PCR dan obat-obatan di masa Pandemi Covid-19. Pasalnya, harga tes PCR, antigen dan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat selama masa Pandemi Covid-19 tergolong sangat mahal dan sulit diakses.

Memang, harga tes PCR masih berada di kisaran Rp 800.000 sampai Rp 900.000. Harga tes PCR di Indonesia ini bahkan masih berada di atas harga tes PCR negara lain, termasuk India. Padahal, seharusnya pemerintah dapat melakukan intervensi terhadap industri farmasi agar menurunkan harga tes PCR dan obat-obatan lainnya sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk membelinya.

Syarief menyebut, pemerintah harus segera mungkin menurunkan harga tes PCR pada kisaran Rp 400.000 dan Antigen Rp 100.000.

"Dalam kondisi darurat seperti ini, industri farmasi di Indonesia harusnya memiliki sensitifitas dengan menurunkan harga tes PCR dan obat-obatan. Pemerintah memiliki tugas untuk memastikan penurunan harga PCR dan Antigen pada kisaran Rp 400.000, dan Rp 100.000, bahkan lebih murah lagi sehingga dapat diakses masyarakat," ungkap Syarief.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mendorong pemerintah untuk melakukan kontrol harga.

"Pemerintah bisa mengaudit atau kontrol harga PCR, Antigen dan obat-obatan lainnya di lapangan sehingga dapat diketahui harga normal secara transparan, akuntabel, dan adil. Pemerintah dapat mengetahui keuntungan industri farmasi dan mendorongnya untuk menurunkan harga pada kondisi normal sebagaimana negara lain," tutur Syarief.

Apalagi, masyarakat melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga telah menyuarakan hal yang sama. YLKI mendesak Pemerintah untuk melakukan audit terhadap industry farmasi agar mereka lebih terbuka dalam menyampaikan harga tes PCR maupun obat-obatan secara normal. Selain itu,harga tes PCR di Indonesia jauh lebih tinggi dari negara lain, seperti India.

Syarief juga mendorong pemerintah untuk mencegah oknum-oknum yang mempermainkan harga pasar. Beberapa oknum melakukan monopoli alat dan keperluan kesehatan serta mempermainkan harga demi bisnisnya semata, seperti yang pernah terjadi saat harga tabung oksigen melonjak tinggi di pasaran.

Politisi senior Partai Demokrat ini juga menerangkan bahwa Partai Demokrat akan terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di masa pandemi.

"Kami memahami kesulitan masyarakat di masa Pandemi Covid-19 sehingga kami akan mengawal suara dan aspirasi masyarakat Indonesia. Kami akan memastikan bahwa harga-harga barang dan jasa di bidang kesehatan dapat dijangkau masyarakat kecil," tutup Syarief. [ TIF ]

Artikel Asli