Cerita inspiratif 4 srikandi Paskibraka kini jadi perwira TNI-Polri

brilio.net | Nasional | Published at 16/08/2021 21:45
Cerita inspiratif 4 srikandi Paskibraka kini jadi perwira TNI-Polri

Brilio.net - Momen peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia hanya tinggal hitungan jam saja. Momen pengibaran bendera Merah Putih adalah salah satu yang dinanti dalam upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI.

Melihat barisan Paskibraka perwakilan dari berbagai daerah pun jadi pemandangan yang menarik perhatian banyak orang. Menariknya, tak hanya pada saat momen upacara bendera saja, kisah para Paskibraka pun juga menjadi inspirasi tersendiri hingga masa penugasannya selesai.

Seperti halnya yang terjadi pada para srikandi Paskibraka yang kini sukses jadi Perwira TNI-Polri. Mereka pun memiliki cerita yang inspiratif selama perjalanan kariernya. Seperti apa? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Ipda Juana Gita Medinna Janis.

foto: YouTube/Indonesian National Police Academy

Salah satunya dapat terlihat pada Ipda Juana Gita Medinna Janis. Wanita ini menjadi anggota Paskibraka Nasional pada 2014. Momen itu diakui Juan sebagai pengalaman berkesan dalam hidupnya, terlebih lagi pengalaman tersebut tak pernah terbersit di benaknya. Beruntungnya ia pun mendapatkan amanah sebagai pembawa baki bendera pusaka.

"Pengalaman ya, pengalaman yang paling berkesan itu waktu jadi mewakili Sulawesi Utara dalam ajang Paskibraka Nasional. Waktu itu, alhamdulillah jadi pembawa baki," ujarnya seperti yang dilansir dari akun YouTube Indonesian National Police Academy.

Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara itu memutuskan untuk mengabdi pada negeri kembali dengan memasuki pendidikan Akpol. Meski bukan berasal dari keluarga kepolisian, namun ia yakin dengan cita-citanya menjadi seorang Taruna Akpol. Pascamasa pendidikan ia pun kini menjadi perwira pertama Polri.

"Kakak mau jadi apa, ya yang terbersit di kepala saya adalah cita-cita dua tahun yang lalu pengen jadi Taruna Akpol. Memang keluarga saya itu bukan berlatar belakang dari kepolisian dan sebagainya jadi belum mengenal apa itu Akpol," cerita Juan dalam video yang diambil sebelum dirinya lulus dari Akpol itu.

2. Letda CPN (K) Puspita Ladiba.

foto: Youtube/TNI AD

Selanjutnya ada Letda CPN (K) Puspita Ladiba. Alumni anggota Paskibraka ini juga dikenal sebagai Co Pilot TNI AD. Ladiba bahkan seorang penerbang wanita pertama di TNI AD.

Hal itu bermula saat Ladiba lolos menjadi anggota Paskibraka Kota Medan. Berkat kegigihannya, ia berhasil mewakili Sumatera Utara untuk menjadi Paskibraka tingkat nasional di Istana Negara.

Putri penjual jagung ini pada awalnya mengaku tidak tahu mengenai korps penerbang angkatan darat. Namun usaha keras yang ia lakukan mengantarkannya pada kesuksesan. Pascalulus dari Akmil, wanita ini direkrut untuk menjadi penerbang di TNI AD.

"Awalnya saya tidak tahu ada korps penerbang angkatan darat, jadi para penerbang angkatan darat dan diberi kesempatan untuk jadi pilot wanita pertama," ungkap Ladiba.

3. Ipda Mega Ayundya.

foto: Instagram/@megaayundya dan Merdeka.com

Sosok srikandi yang ketiga adalah Ipda Mega Ayundya yang juga memiliki pengalaman menjadi pembawa baki saat menjadi Paskibraka. Kesempatan besar itu pun juga menjadi salah satu langkah pengantar kesuksesannya saat ini. SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah itu pun kemudian yakin untuk mengabdikan diri pascalulus.

Mega kini membuktikan bahwa keinginannya yang kuat dapat membawanya pada impiannya. Mega kini telah menjadi seorang perwira polisi. Tak jarang pula, Mega membagikan foto terbarunya dengan seragam polisi ke dalam akun media sosialnya.

4. Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti.

foto: YouTube/Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI

Dan nggak ketinggalan dengan sosok Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti. Wanita yang satu ini bukanlah orang sembarangan, Ajeng menjadi perempuan pertama yang kini bertugas di Skadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Namun di balik kesuksesan itu, Ajeng melalui lika-liku yang tak mudah. Ia sempat gagal saat mengikuti tes masuk di TNI AD. Tak mau diam berpasrah ia kembali menunjukkan kemampuannya pada kesempatan berikutnya.

Keputusan Ajeng saat itu ternyata hal yang tepat. Sebab ia dapat menjadi seorang penerbang Boeing VIP perempuan pertama di Indonesia. Ajeng saat ini juga masih dalam masa pelatihan menjadi kopilot di Boeing Kepresidenan RI.

"Saya merasa sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi seorang penerbang Boeing VIP perempuan pertama di Indonesia. Ini merupakan tanggung jawab yang besar bagi saya dan memotivasi untuk menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.

Artikel Asli