Syukurlah Tidak Ada Korban, Pejabat AS Sebut Sebagian Besar Diplomat Barat Sudah Tinggalkan Kabul

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 16/08/2021 20:40
Syukurlah Tidak Ada Korban, Pejabat AS Sebut Sebagian Besar Diplomat Barat Sudah Tinggalkan Kabul

Kabul - Sebagian besar diplomat negara-negara Barat sudah pergi meninggalkan Kabul, kata seorang pejabat Amerika Serikat, Senin, ketika kelompok bersenjata Taliban mengambil kendali atas ibu kota Afghanistan itu.

"Bisa saya katakan bahwa staf diplomatik Barat saat ini kebanyakan sudah keluar dari Kabul, kata pejabat tersebut kepada Reuters.

Beberapa staf pendukung masih dipertahankan, kata pejabat itu, menambahkan.

Helikopter-helikopter beterbangan mengangkut para diplomat di kawasan kedutaan di Kabul menuju bandara sejak Minggu (15/8), yaitu ketika Taliban merangsek ke kota tersebut.

Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde, Senin, mengatakan pemerintah negaranya sudah selesai mengevakuasi seluruh staf kedutaan besar Swedia dari Kabul.

Saat ini, kata Linde, Swedia sedang menjalankan rencana untuk juga membawa keluar dari Afghanistan para pegawai lokal dan mereka yang selama ini membantu kegiatan Swedia di Afghanistan.

"Semua personel sudah dievakuasi dari Afghanistan tadi malam dengan helikopter dan dengan pesawat ke sebuah pangkalan militer AS di Doha," kata Linde dalam konferensi pers.

Jerman sedang mengirimkan pesawat militer kedua ke Kabul untuk mengevakuasi para warga negaranya dan warga Afghanistan yang terjebak di negara itu, kata seorang juru bicara Angkatan Udara Jerman kepada Reuters, Senin.

Satu pesawat lainnya, yaitu jenis pengangkut A400M, sebelumnya sudah diberangkatkan pada Senin dini hari dari pangkalan udara di Wunstorf di Jerman utara.

Pesawat A400M itu ditugaskan untuk terbang ulang-alik antara Kabul dan ibu kota Uzbekistan, Tashkent, guna menyelamatkan sebanyak mungkin orang, menurut keterangan beberapa sumber lembaga keamanan.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska pada Senin mengatakan seluruh staf Kedutaan Besar Spanyol di Kabul, baik warga negara Spanyol maupun Afghanistan, sudah berada di bandara untuk dievakuasi ke Spanyol.

"Kami sudah mengangkut seluruh staf kedutaan beserta kru penjaga ke bandara," kata Grande-Marlaska dalam wawancara dengan stasiun radio Cadena SER.

Spanyol telah mengirimkan pesawat militer untuk sesegera mungkin menerbangkan mereka, bersama para warga negara lain yang selama ini membantu tentara, badan bantuan pemerintah, dan lembaga-lembaga Spanyol lainnya, katanya, menambahkan.

Finlandia pada Senin menyatakan akan segera menutup kedutaan besarnya di Kabul, sampai ada pengumuman selanjutnya, karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan.

"Para personel diplomatik sedang dievakuasi dari negara itu," kata Kementerian Luar Negeri Finlandia melalui pernyataan.

Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis mengatakan penerbangan pertama untuk evakuasi sudah berangkat dari Kabul pada Minggu menuju Praha.

Ada 46 pegawai Ceko dan pegawai lokal kedutaan beserta keluarga mereka dalam penerbangan tersebut, kata PM Babis.

Babis mengatakan di Twitter bahwa pemerintah tidak akan memberikan keterangan lebih rinci sampai operasi penyelamatan selesai.

Pemerintah Ceko mengambil keputusan pada Sabtu (14/8) untuk mengevakuasi dua diplomat dari kedutaannya di Kabul, beserta beberapa pegawai lokal, karena situasi keamanan di Afghanistan memburuk.

Pemerintah Ceko juga telah menawarkan bantuan evakuasi kepada para warga negara Afghanistan yang selama ini bekerja sebagai penerjemah dan membantu pasukan Ceko, yang ditugaskan untuk bergabung dengan misi NATO di Afghanistan.

Sementara itu, Arab Saudi, seperti dilaporkan kantor berita negara SPA, sudah mengevakuasi semua anggota misi diplomatiknya di Kabul ketika Taliban memasuki ibu kota Afghanistan pada Minggu.

"Semua anggota kedutaan besar Kerajaan di ibu kota Afghanistan, Kabul, sudah dievakuasi, dan mereka sudah sampai di tanah air," bunyi laporan itu.

Maskapai penerbangan Turki, Turkish Airlines, mengatakan pihaknya pada Senin akan mulai melakukan penerbangan evakuasi dari Kabul dan telah membatalkan seluruh jadwal penerbangan dari dan ke Afghanistan.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat sudah menyetujui pengiriman 1.000 tentara lagi untuk membantu evakuasi dari Kabul, kata seorang pejabat AS, Minggu.

Pejabat, yang tidak ingin disebutkan namanya, itu mengungkapkan bahwa keseribu prajurit tambahan akan dikerahkan dari 82nd Airborne Division, yang selama ini sudah bersiaga.

Dengan penambahan tersebut, jumlah total tentara yang untuk sementara berada di Afghanistan diperkirakan akan ada 6.000 personel.

Seribu tentara tambahan itu akan bertugas membantu mengevakuasi dari Kabul para warga AS, juga warga negara Afghanistan yang pernah bekerja untuk AS.

Pemerintah AS juga mengatakan akan terus memegang kendali lalu lintas udara untuk memudahkan keberangkatan ribuan warga AS.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan --setelah Taliban menduduki Kabul-- menyebutkan bahwa AS dalam 48 jam berikutnya akan "meningkatkan keberadaan petugas keamanan menjadi hampir 6.000 tentara, dengan misi utama untuk membantu upaya-upaya ini serta mengambil alih kendali lalu lintas udara."

Pada Minggu larut malam, juru bicara Deplu AS, Ned Price, mengatakan dalam pernyataan bahwa "evakuasi yang aman terhadap seluruh personel Kedutaan saat ini sudah selesai. Semua personel Kedutaan berada di Hamid Karzai International Airport, kawasan yang dijaga oleh militer AS."

Pernyataan Deplu-Dephan AS itu menambahkan bahwa Amerika Serikat "akan membawa ribuan warga negara Amerika dan yang lainnya keluar dari negara itu."

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa pemerintah akan "mempercepat evakuasi ribuan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan Visa Imigrasi Khusus AS."

Beberapa sumber mengatakan kepada Reuters bahwa sebagian besar staf AS diperkirakan akan dievakuasi dari Kabul dalam waktu satu atau dua hari mendatang.

Artikel Asli